Jum`at, 4 April 2025

Jaga Stabilitas Negara, Kapolri Silaturahmi dengan Ratusan Kiai Banten

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi Ponpes An-Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (8/2/2017). (Foto: TitikNOL)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi Ponpes An-Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (8/2/2017). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Rais Aam PBNU sekaligus ketua MUI, KH.Ma'ruf Amien memuji Kapolri, Jenderal Tito Karnavian yang rajin menyambangi kiai dan ulama.

Hal itu menyusul, hadirinya Kapolri di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang untuk berjumpa dengan kiai se-Banten dalam upaya menjaga stabilitas negara.

"Belakangan Pak Kapolri rajin bertemu dengan para kiai. Kita tentu bangga dengan beliau. Memang tidak mudah mengelola situasi seperti ini. Ulama memiliki tanggung jawab besar, tanggung jawab keumatan dan kebangsaan," papar KH.Ma'ruf Amien, dalam sambutannya di Ponpes An-Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (8/2/2017).

Kapolri sendiri memuji peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam merebut kemerdekaan Indonesia dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Peran NU dalam dinamika bangsa tidak bisa dipisahkan dala NKRI. NU adalah salah satu faunding father, penemu, pendiri bangsa ini," kata Jenderal Tito Karnavian, ditempat yang sama.

Di Kecamatan Tanara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tangerang ini, Tito menjelaskan bahwa ada tiga element penting pendiri bangsa Indonesia, yakni Kaum Nasionalis di bawah pimpinan Soekarno-Hatta, laskar pemuda yang merupakan cikal bakal TNI-Polri, dan umat Islam Nusantara.

"Lalu ada juga kaum komunis yang ingin memerdekakan Indonesia, tapi dengan azas komunis. Ideologi Pancasila adalah ideologi paling pas. Konflik paling berbahaya adalah konflik agama, dibanding konflik sara, karena ini masalah keyakinan," tegasnya. (Meghat/Rif)

Komentar