Jembatan Amblas, Akses Dua Kecamatan di Kabupaten Serang Terputus

Kondisi jembatan penghubung antara Kecamatan Kragilan dengan Kecamatan Cikeusal ambruk usai diterjang banjir. (Foto: TitikNOL)Kondisi jembatan penghubung antara Kecamatan Kragilan dengan Kecamatan Cikeusal ambruk usai diterjang banjir. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Jembatan Ciagel penghubung antara Kecamatan Kragilan dengan Kecamatan Cikeusal tepatnya di Desa Pematang dengan Desa Ciageul, amblas akibat banjir yang melanda wilayah itu pada Jumat (5/5/2017) pekan lalu. Akibatnya, akses jalan kedua kecamatan tersebut terputus.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Desa (Sekdes) Kecamatan Kragilan, Nurjana, peristiwa itu diketahui Jumat pagi setelah hujan besar melanda. Kejadian roboh berlangsung saat warga hendak beraktivitas.

"Malam Jumat, pagi pagi ketahuannya sama warga, karena kan hujan besar air sungai meluap sampai banjir ke sawah juga," kata Nurjana ditemui di kantor Desa, Senin (8/5/2017).

Nurjana mengatakan, robohnya jembatan tersebut akibat banjir yang begitu besar. Derasnya air sungai Gelingseng membuat permukaan tanah jembatan longsor.

"Amblas karena tanahnya longsor kan, ditambah banjir disungai Pematang Gelingseng yang meluap sangat besar sehingga jalannya terkikis," ungkapnya.

Akibatnya, akses jalan utama menuju Kecamatan Cikeusal terputus dan mengharuskan warga menggunakan jalan alternatif yang lebih jauh.

"Itu jalan utama warga memang melintasnya kesitu. Warga harus muter nya jauh, kalau dari sini lewat Pamarayan sama Petir juga bisa, selisih empat kiloan paling jaraknya," lanjutnya.

Kondisi jembatan yang memiliki panjang delapan meter itu kata Nurjana, baru dibangun tujuh tahun lalu. Sementara untuk pembangunan betonisasi dibangun pada 2016.

"Kondisinya baru, paling berjalan tujuh tahun, kalau jalan mah kondisinya baru oleh PU tahun kemarin 2016. Ditambah kondisi jalan sering dilintasi truck ayam juga," tambahnya.

Ia berharap segera ada tindak lanjut dari pemerintah. "Ya pengennya warga mah segera dibenerin karena kan akses utama. Tapi kemarin sudah ada perwakilan dari pemerintah meninjau," pungkasnya.

Sementara itu, Romi seorang pelajar, mengaku harus mengambil jalan alternatif yang cukup jauh untuk menuju sekolah yang berada di Kecamatan Cikeusal.

"Kita sekolah di sebrang sana enggak bisa melintas harus muter, jarak waktunya sampai satu jam," singkat Romi. (Gat/red)

TAG banjir
Komentar