Kasihan, Bayi Malang Ini Dibuang di Depan Rumah Warga di Cilegon

Warga tengah menggendong bayi yang dibuang orang tuanya di Merak. (Foto: Ist)
Warga tengah menggendong bayi yang dibuang orang tuanya di Merak. (Foto: Ist)

MERAK, TitikNOL - Sejumlah warga di Lingkungan Sudimampir RT 001 RW 005, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di teras rumah salah satu warga, Jumat (15/9/2017).

Bayi mungil yang diperkirakan berusia 1 bulan itu ditemukan sekira pukul 05:30 WIB. Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh Agus Irawan (45) yang tak lain adalah pemilik rumah.

"Sekitar jam 04.30 pagi tadi, suami saya (Agus Iriawan) buka pintu utama rumah tapi tidak apa-apa di teras. Terus suami saya menutup pintu lagi karena mau sholat Subuh dan mandi. Nah setelah sholat dan mandi, suami saya buka pintu lagi dan menemukan bayi di depan pintu," kata Mardiana, istri Agus Iriawan, saat ditemui di rumahnya.

Saat menemukan bayi itu lanjut Mardiana, suaminya berteriak dan mengagetkan warga lainnya. Warga pun kemudian mendatangi rumahnya dan bayi tersebut segera diberikan perawatan oleh warga sekitar.

"Orang kontrakan semua pada keluar setelah mendengar terikan dan langsung diambil sama ibu-ibu kontrakan. Setelah itu langsung melapor ke Pak RT dan polisi," jelasnya.

Setelah mendapat kabar dari warga, petugas kepolisian dari Polsek Pulomerak langsung mendatangi lokasi.

"Tadi polisi datang dan langsung mengamankannya dan memeriksa kondisi bayi di Bidan Rosa Elvina," ungkap Mardiana.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi bayi tak berdosa itu dinyatakan sehat.

Terpisah, Kapolsek Pulomerak Kompol Kamarul Wahyudi, membenarkan penemuan bayi tersebut. Dia mengatakan, bayi mungil itu langsung diserahkan pihaknya ke Polres Cilegon.

"Sekarang bayi untuk sementara dititipkan di RSUD Cilegon," ujarnya.

Pihak kepolisianpun akan meminta keterangan para saksi, terkait penemuan bayi tersebut untuk mengetahui pelaku atau orang tua yang tega membuang darah dagingnya yang tak berdosa itu. (Ardi/red)

Komentar