Potret Kemiskinan di Kota Cilegon

Kasihan, Janda Tiga Anak Tinggal di Rumah Tidak Layak

Eliyah berdiri di depan rumahnya yang terlihat memprihatinkan. (Foto: TitikNOL)
Eliyah berdiri di depan rumahnya yang terlihat memprihatinkan. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Di usia yang 19 tahun, Kota Cilegon semakin berkembang dan maju. Industri padat modal yang nilai investasinya mencapai triliunan banyak berdiri di Kota Baja ini.

Namun, di tengah - tengah kemajuan Kota Cilegon, ternyata masih terdapat warganya yang hidup jauh dari kata layak.

Eliyah (50) salah satunya. Janda tiga anak warga Lingkungan Cupas Wetan, Keurahan Gerem, Kecamatan Grogol ini, terpaksa tinggal di rumah tua yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Kondisi bangunan rumah milik Eliyah terlihat kumuh alias tidak layak huni. Tembok bangunan yang berdiri di atas lahan kurang lebih 100 meter persegi itu terlihat sudah terkelupas.

Bahkan banyak genting yang sudah pecah sehingga mengakibatkan bocor saat turun hujan.

Tidak hanya itu, kondisi belakang rumah Eliyah yang sebelumnya merupakan dapur kini sudah rata dengan tanah akibat lapuk termakan usia.

Parahnya, janda yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh serabutan itu sama sekali tidak pernah mendapatkan perhatian, apalagi bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon.

Kepadak awak media Eliyah mengungkapkan, meskipun tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan, namun ia dan ketiga anaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Saya tinggal di rumah ini karena tidak punya pilihan lain, terus tidak punya siapa-siapa lagi. Orang tua pun sudah tidak ada," ceritanya dengan raut wajah sedih, Senin (21/5/2018).

Diakui Eliyah, jika terjadi hujan ia bersama tiga anaknya sangat kesulitan untuk melakukan aktifitas seperti memasak dan beristirahat.

Pasalnya, dengan banyaknya genting yang kondisinya rusak, bisa mempermudahkan air hujan untuk memasuki ke dalam rumah.

"Setiap hujan pasti bocor dan airnya masuk ke dalam, untuk istirahat pun susah kalau hujan. Terus untuk masak juga susah akibat kehujanan, apalagi saya masaknya pake tungku dengan kayu bakar," jelasnya.

Dalam kondisi ini, Eliyah mengharapkan adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon. Pasalnya kata dia, penghasilan yang ia dapatkan sebagai buruh serabutan dirasa tidak bisa untuk memperbaiki kondisi rumah yang diketahui sudah berusia puluhan tahun tersebut.

"Setiap harinya saya bantu rumah orang Pak jadi kuli cuci, bayarannya perbulan bulan jangankan buat betulin rumah buat menutupi kehidupan sehari-hari tidak cukup bahkan sampai hutang ke warung-warung," akunya.

"Saya juga sering mengajukan bantuan ke pihak kelurahan, tapi pak lurahnya selalu tidak pernah ada pak," ungkapnya.

Sementara itu Camat Grogol Hudri Hasun, mengaku baru mengetahui adanya rumah warganya yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Dia mengaku akan memerintahkan perangkat Kelurahan Gerem untuk mendatangi rumah Eliyah dan meminta dokumen yang diperlukan guna mengajukan bantuan.

"Baru beberapa bulan terakhir dapat informasi, adanya rumah yang tidak layak huni segera saya perintahkan pihak kelurahan untuk mendatangi rumah ibu Eliyah buat ambil Kartu Keluarga (KK) dan KTP untuk pengajuan bantuan perbaikan rumah," katanya. (Ardi/TN1).


Komentar