LEBAK, TitikNOL - Koswara Purwasasmita, kakak kandung almarhum Dade Hidayat (55), warga kampung Sajira Barat, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Puskesmas Sajira, menanyakan pelayanan medis di puskesmas tersebut.
Pasalnya, sejak adiknya dilakukan perawatan karena menderita sakit diare, tim medis maupun dokter yang bertugas tidak cukup tanggap dalam menangani. Engkos membeberkan, saat adiknya dibawa berobat ke puskesmas, sempat diberikan inpus oleh perawat. Bukannya membaik lanjut Engkos, tubuh adiknya malah kejang-kejang.
"Beberapa jam usai dikasih inpus, korban mengalami kejang-kejang dan terlihat lemah. Tapi kata perawat itu biasa dan ia hanya menunggu perintah lanjutan dari dokter yang bertugas. Padahal pada saat itu tidak terlihat ada dokter,” ungkap Koswara, Rabu (7/6/2017) kemarin di Rangkasbitung.
Kata Engkos, pihaknya tidak mempersoalkan atas kematian korban saat dalam perawatan di Puskesmas Sajira. Namun menyesalkan dengan tingkat perhatian dan pelayanan yang dianggap sangat kurang terhadap para pasien.
”Yang kami sesalkan, kenapa selama korban dirawat sekitar 12 jam, tidak nampak ada dokter yang menanganinya secara serius. Bahkan menurut salah seorang medis, ia tidak bisa berbuat banyak, karena dokternya tidak ada. Ini sangat tidak sejalan dengan salah satu program yang diluncurkan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya soal Lebak Sehat. Gimana mau pada sehat, yang dirawat saja kurang perhatian,” ujar Engkos.
Sementara itu, kepala Puskesmas DPT kecamatan Sajira dr, Robert saat dihubungi melalui telepon selulernya membantah telah menterlantarkan pasien.
”Itu tidak benar, justru saat korban datang saya yang menerima dan langsung dilakukan perawatan dengan memberikan infus dan langsung dilakukan observasi medis. Bahkan yang menyuruh perawat untuk lakukan pemberian infus tersebut adalah saya sendiri. Setelah kami cek, ternyata tekanan darahnya sendiri cukup lemah dan hanya mencapai tekanan sekitar 80. Karena dehidrasi (kekurangan cairan) kami mencoba terus lakukan perawatan secara intensif dan memang bila pasien dalam keadaan darurat, kami tidak bisa untuk lakukan rujukan ke rumah sakit yang lokasinya cukup jauh,” terang Robert. (Gun/red)