Jum`at, 4 April 2025

Miris, Lima Tahun Warga Kabupaten Serang Ini Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

Marwati sedang berdiri di rumah dalam kondisi hampir roboh yang berada di Desa Puyuh Koneng, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang. (Foto: TitikNOL)
Marwati sedang berdiri di rumah dalam kondisi hampir roboh yang berada di Desa Puyuh Koneng, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Keluarga miskin pasangan suami istri Mashuri dan Marwati serta dua anaknya, terpaksa harus tinggal di rumahnya yang nyaris ambruk di Desa Puyuh Koneng, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang.

Meski setiap hari selalu dihantui tertimpa rumah yang nyaris roboh, namun keluarga miskin ini tidak mampu berbuat banyak. Terlebih mereka tidak memiliki uang untuk membetulkan rumahnya.

Pantauan wartawan di rumah Mashuri, kondisi rumah Marwati ini hanya terbuat dari kayu dan bilik. Beberapa kayu penyangga terlihat lapuk dimakan usia. Pun dengan bilik bambu di dinding yang sudah mulai keropos. Jika dilihat dari luar, rumah korban terlihat kiring dan nyaris roboh.

Dikatakan Marwati, dirinya terpaksa tinggal di rumah seperti gubug karena rumah yang sebelumnya juga menggunakan kayu dan bilik sudah ambruk. Karena faktor ekonomi ia pun hanya mampu membangun kembali rumah yang tidak layak.

“Sudah lima tahun tinggal di sini, kalau miring itu juga sama sudah lima tahun. Rumah yang sebelumnya juga kaya gini tapi ambruk juga,” kata Marwati ditemui di lokasi belum lama ini.

Marwati mengaku tidak memiliki biaya untuk membangun rumah karena sang suami Mashuri hanya kerja serabutan yang uangnya hanya cukup untuk makan.

”Belum pernah dapat bantuan. Ya suami paling dapat Rp50 ribu, cukup buat beli beras dan jajan anak,” ungkapnya.

Pasangan suami istri yang memiliki dua orang anak ini juga mengaku sering kesulitan untuk tidur jika musim hujan, karena rumah gubugnya yang beralaskan tanah dan atap yang bocor membuat kondisinya becek.

“Ya kalau hujan banjir mah kena, becek ini di dalam semuanya, apalagi bocor,” lanjutnya.

Ia pun saat ini hanya bisa berdoa untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. ”Cuma bisa berdoa saja (dapat bantuan), tadinya pengen kerja tapi gimana anak saya engga ada yang jaga. Yang kecil umur lima tahun, yang gede dua belas tahun,” pungkasnya. (Gat/red)

Komentar