Pernyataan Presiden Jokowi soal Bipang Ambawang Dianggap Sudah Tepat

Sekjen DPP Solideritas Merah Putih (Solmet), Kamaludin. (Foto: TitikNOL)
Sekjen DPP Solideritas Merah Putih (Solmet), Kamaludin. (Foto: TitikNOL)

JAKARTA, TitikNOL - Polemik pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan kuliner nusantara, ditanggapi beragam oleh berbagai pihak. Ada yang pro dan ada yang kontra.

Sebelumnya, Jokowi mempromosikan Gudeg Yogyakarta, Bandeng Semarang, Siomay Bandung, Pempek Palembang termasuk Bipang Ambawang, makanan khas Kalimantan yang dikenal sebagai Babi Panggang.

Sekjen DPP Solideritas Merah Putih (Solmet), Kamaludin, memberikan tanggapan berbeda tentang kontroversi pernyataan presiden tersebut. Menurut Kamaludin, tidak ada yang salah apalagi melecehkan umat Islam dalam penyataan tersebut. Menurutnya, imbauan Presiden tidak ditujukan untuk kaum muslim saja, melainkan untuk seluruh masyarakat di Indonesia, yang notabene memiliki keberagaman agama dan keyakinan.

"Ajakan itu bukan hanya ditujukan untuk Kaum Muslim saja, melainkan kepada warga non muslim juga. Ditujukan untuk saudara saudara kita yang di luar Islam yang juga tidak bisa ikut melakukan tradisi mudik, bertepatan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih yang juga jatuh tanggal 13 Mei 2021 dan bertepatan juga dengan Hari Raya Idul Fitri," ujar Kamaludin, melalui rilis yang diterima redaksi, Kamis (13/5/2021).

Menurut Kamaludin, harusnya dipahami dulu komunikasi yang disampaikan oleh Presiden secara utuh dan jangan setengah-setengag. Bicara tentang mudik di tanah air, menurutnya bukan hanya milik umat muslim saja, melainkan umat yang bukan muslim pun melakukan prosesi mudik juga sejak lama, sepanjang dinyatakan sebagai Hari Libur Nasional.

“Nah ini yang harus kita pahami, tahun ini terjadi aturan terkait tidak boleh adanya mudik dan terjadi penyekatan dalam batas-batas wilayah yang sudah diatur dalam ketentuan tertentu. Kondisi ini yang membuat masyarakat yang rindu kampung halaman, baik itu muslim maupun diluar muslim menjadi satu dalam pikiran, yaitu rindu dan cinta akan kampung halaman serta saudara-saudara di kampung, termasuk rindu akan cita rasa kuliner di daerahnya masing-masing. Hanya saja dikarenakan untuk mencegah naiknya penyebaran Covid 19, akhirnya rasa rindu akan keluarga dan kuliner daerah tidak bisa terlaksana secara langsung karena ada larangan mudik, hingga Presiden mempromosikan secara online dan ini sangat positif," bebernya.

Lebih lanjut Kamaludin menyatakan keprihatinan atas opini yang terlalu dangkal memahami kalimat yang disampaikan seorang Presiden RI, yang notabene membawahi rakyatnya dari berbagai Suku, Ras dan Agama dari Sabang sampai Merauke.

"Terlalu sempit mereka berfikir dan mengambil kesimpulan atas apa yang disampaikan seorang Presiden. Ya konyol lah kalau Presiden sebagai seorang Muslim yang baik dan taat, menghimbau umat muslim untuk juga menikmati kuliner Bipang Ambawang. Saya pun sebagai umat muslim pasti akan protes juga. Tapi untungnya saya tahu apa yang dimaksud dengan penyampaian kalimat dari seorang Presiden, tentunya ini dimaksudkan untuk masyarakat diluar Islam yang juga tidak bisa mudik tahun ini, dikarenakan pembatasan untuk mengantisipasi bertambahnya penyebaran Covid 19,” ungkapnya.

Disisi lain, Kamaludin juga menyampaikan keheranannya kepada Jubir Presiden Fadjroel Rahman, yang mengelak dan membantah Bipang itu makanan khas Kalimantan yang bukan Babi Panggang. Hal ini menurutnya tidak perlu, karena tidak ada yang salah dalam kalimat pidato Presiden tersebut.

"Akui saja bahwa Presiden mempromosikan Babi Panggang Ambalang yang ditujukan kepada rakyatnya dan yang diluar Muslim. Yang salah adalah orang-orang yang memaknai kalimat itu sepotong-sepotong dan pendalaman terhadap maksud dari kajian kalimat tersebut dianalisa secara dangkal," tegasnya.

Di sisi lain, Kamaludin pun menanggapi soal adanya pengamat dan relawan Jokowi, yang mengintervensi hak prerogatif Presiden untuk minta Menteri Perdagangan M Lutfi dan Menteri Sekretariat Negara Pratikno, bertanggung jawab dan mundur karena dianggap menyiapkan naskah pidato Presiden.

"Orang Presiden sendiri saja nyaman kok dengan Kinerja 2 menteri tersebut, kok ini yang bukan siapa siapa malah sok ngatur ngatur hak prerogatif Presiden atas menterinya yang lagi fokus membantu sepenuh hati mengatasi Krisis ekonomi dan Krisis kesehatan akibat Pandemi Covid 19," ujqr Kamaludin.

Menurut Kamaludin, ada empat hal positif yang dikatakan Presiden dalam Acara Hari Bangga Buatan Indonesia 8 Mei 2021. Pertama, Presiden menghimbau agar masyarakat tidak mudik karena dikhawatirkan naiknya penyebaran Pandemi Covid 19.

Kedua, Presiden mempromosikan Kuliner Nusantara yang menghidupi jutaan rakyat kita ditengah sulitnya perekonomian dikarenakan Covid 19, ketiga Presiden mengajak masyarakat agar mulai berbisnis dan melek berbelanja secara online untuk efisiensi dan menaikan denyut perekonomian bangsa.

Yang keempat, Presiden berani mewujudkan toleransi bahwa ada saudara kita juga sebagai pemilik Sah NKRI yang bebas mengonsumsi dan berjualan makanan yang halal bagi agamanya di tanah air kita tanpa ketakutan dan sembunyi sembunyi atau dilarang larang siapapun. (TN1)

TAG jokowi
Komentar