Seorang Pekerja Tewas di Pelabuhan Indah Kiat, Perusahaan Terancam Dibekukan

Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan kerja di Pelabuhan Indah Kiat Merak. (Foto: TitikNOL)
Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan kerja di Pelabuhan Indah Kiat Merak. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Kecelakaan kerja yang menewaskan pekerja bongkar muat bernama Ahmad Sulaeman di Pelabuhan Indah Kiat Merak, Banten, diduga akibat human error. Korban tewas setelah terjatuh dari ketinggian 10 meter dan tertimpa backhoe.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09:00 WIB, saat itu backhoe yang mengalami kerusakan hendak diturunkan dari atas kapal MV Green World berbendera Panama.

Saat alat berat diturunkan, korban Ahmad Sulaeman yang merupakan karyawan perusahaan bongkar muat PT Abma itu naik di atas backhoe. Padahal, rekan kerjanya sudah memperingatkan agar korban untuk tidak turun bersama alat berat tersebut.

Kepala Seksi Bimbingan Usaha dan Jasa Kepelabuhan KSOP Banten,Yovianus Mutianto mengatakan korban itu seharusnya tidak boleh berada di atas backhoe saat akan diturunkan dari kapal MV Green World tersebut.

"Alat berat ini kan rusak mau diperbaiki, seharusnya korban tidak boleh berada di atas backhoe saat akan diturunkan dari kapal.Tapi kenapa korban ada disitu,seharusnya turunnya dari tangga,"jelas Yovi saat dikonfirmasi di KSOP Banten, Selasa (27/11/2018).

Baca juga: Seorang Pekerja Bongkar Muat Tewas Tertimpa alat berat di Pelabuhan Indah Kiat Merak

Menurut Yovi, kecelakaan kerja ini terjadi diduga akibat human error. Pasalnya, kata dia, semua pekerja di perusahaan bongkar muat tersebut sudah mengetahui atur-aturan di pelabuhan saat melakukan bongkar muat.

"Bukan hanya itu aja, para pekerja juga harus memakai helm, rompi safety dan lain-lainnya saat melakukan bongkar muat,"terang Yovi.

"Terkait kecelakan kerja ini kita akan panggil pihak perusahaan tempat korban bekerja. Bahkan izin bongkar muatnya bisa dibekukan jika terbukti melanggar, "tegasnya.

Untuk diketahui kasus kecelakaan kerja ini kini ditangan KSKP Banten. (Ardi/TN2).

Komentar