Dilema PKL di Stadion

Setor Rp5 ribu Perhari, Pedagang Pasrah Dipungli Oknum

Sejumlah PKL yang beroperasi disepanjang putaran Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang. (Foto:TitikNOL)Sejumlah PKL yang beroperasi disepanjang putaran Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang. (Foto:TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Sejak beberapa bulan lalu, kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, dipadati oleh ratusan pedagang kaki lima. Umumnya, para pedagang di lokasi tersebut akan ramai pada sore hingga malam hari.

Namun ada fakta mengejutkan yang diperoleh saat wartawan berbincang dengan para pedagang di lokasi tersebut. Para pedagang mengaku dipungut uang setiap harinya oleh pihak-pihak di luar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Tidak besar memang, karena hanya Rp5 ribu biaya yang dipungut dari para pedagang. Namun pedagang mengaku tidak tahu siapa yang melakukan pungutan tersebut. Yang mereka tahu, bahwa pihak yang memungut adalah petugas keamanan yang tidak diketahui dari mana asalnya.

“Saya membayar 5 ribu per hari Mas kepada petugas keamanan,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi TitikNOL, Selasa (26/4/2016).

Dirinya mengaku tidak mau menanyakan untuk apa pungutan itu diberlakukan, kendati tahu bahwa uang tersebut tidak masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang.

“Kayaknya nggak masuk ke Negara Mas. Tapi kita pasrah dan ikutin aja lah biar aman dan bisa berjualan di sini,” lanjut sumber.

Saat ditanya apakah ada pungutan lain selain pungutan Rp5 ribu, sumber mengakui bahwa ada pungutan Rp1.000. Mereka pun memastikan bahwa pungutan itu dari Pemkot Serang, karena dilengkapi dengan tanda terima.

“Kalau dari pemerintah sendiri itu ada seperti kebersihan, Kalau pemerintah sih ada Mas bayar kebersihan sebesar 1 ribu," pungkasnya. (Her/red)

TAG pkl
Komentar
Tag Terkait