Jelang Pilgub Banten 2017

Kampanye Terbuka, Timses Boyong Artis Pemain ‘Si Doel Anak Sekolahan’

Para pemeran film Si Doel Anak Sekolahan. (Dok: kabar24h)
Para pemeran film Si Doel Anak Sekolahan. (Dok: kabar24h)

SERANG, TitikNOL - Tim pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten nomor urut 2 Rano Karno-Embay Mulya Syarief, siap menghadirkan para pemeran serial Si Doel Anak Sekolahan dalam kampanye terbuka 4 Februari mendatang.

Rano-Embay sendiri punya dua kali kesempatan kampanye terbuka, yaitu 8 Januari 2017 dan 4 Februari 2017.

Hal tersebut disampaikan Kader PDI Perjuangan, Asep Rahmatullah, ditemui di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, Jumat (6/1/2017).

"Insya Allah personelnya 'Si Doel Anak Sekolahan' akan hadir, karena kan deket dengan Rano Karno. Jenab dan Sarah insya Allah hadir di tanggal 4. Ibu Ketum PDIP (Megawati Soekarnoputri juga akan hadir, karena di tanggal 4 saya ketua panitianya," ujar Asep, sembari berseloroh.

Ia mengatakan, komunikasi politik dalam kampanye terbuka nanti akan mengedepankan kearifan lokal, seperti mengundang tokoh-tokoh daerah seperti A Taufik Nuriman, Ketua DPW PPP Banten Agus Setiawan, Ketua DPD NasDem Banten Wawan Iriawan dan eks Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.

"Local wisdom (kearifan lokal), itu yang kita kedepankan dalam kampanye nanti. Kita undang artis-artis lokal juga, seperti band Momonon, tapi bukan berati kita enggak bisa hadirkan artis nasional," ujarnya.

Dalam kampanye Minggu 8 Januari mendatang pihaknya akan mengerahkan kekuatan 15.000 orang mulai dari elite partai pengusung hingga relawan untuk meramaikan kampanye.

"Kegiatan di Lapangan Boru. Dan kita meyakini akan banyak juga partisipasi masyarakat yang tanpa dimobilisasi akan datang dengan sendirinya," tukasnya.

Dalam kampanye nanti para juru kampanye akan mengajak masyarakat memeriahkan pesta demokrasi 15 Februari mendatang dan meyakinkan bahwa Rano-Embay merupakan pilihan tepat untuk memimpin Banten.

"Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman tentang politik uang. Kami ingin meminimalisir money politic. Karena itu adalah kemunduran dalam konteks berdemokrasi," tegasnya. (Kuk/Rif)

Komentar