Sabtu, 5 April 2025

Jelang Pilgub Banten 2017

WH Ajak Tiru Kuba dan Korut, Rano-Embay Tolak Komunisme

Dua Pasang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten. (Dok:net)
Dua Pasang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten. (Dok:net)

SERANG, TitikNOL – Suhu politik jelang Pilgub Banten 2017 kian memanas. Hal itu terlihat jelas, di mana kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten agresif menjajakan program dan rencana kerja yang akan dilakukan dalam tempo lima tahun yang akan datang.

Salah satunya Rano Karno saat berkunjung ke kediaman Buya Sujana Karis di Kabupaten Lebak, Senin (6/2/2017). Ia kembali mengajak warga menjaga kebersamaan dan menghindari adu domba yang dihembuskan oleh sejumlah kalangan.

"Warga jangan mudah terpancing oleh hasutan yang disebarkan dalam bentuk selebaran gelap berisi kampanye hitam yang disebarkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab," kata Rano.

Secara khusus Rano pun berjanji akan memberikan perhatian yang lebih kuat pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Bahkan, untuk di bidang kesehatan, ia akan mendorong keras masyarakat untuk memanfaatkan layanan BPJS yang disediakan pemerintah.

"Untuk warga yang tak mampu membayar iuran, akan ada alokasi dana khusus yang bersifat afirmatif sambil terus meningkatkan kemampuan masyarakat," ungkapnya.

Tak hanya itu, terkait isu yang komunisme yang mengajak masyarakat untuk meniru sistem Korea Utara dan Kuba, Rano menegaskan untuk menolak. "Saya menolak ajakan sementara pihak yang meminta Banten meniru Korea Utara dan Kuba. Untuk apa kita ikut negara komunis? Kita punya Pancasila. Kita negara yang berke-Tuhan-an. Ideologi kita sudah ideal bagi bangsa Indonesia karena Pancasila menegaskan keberpihakannya pada wong cilik. Jangan bermimpi komunisme bisa hidup di sini!" tegas Rano.

Dalam kesempatan yang sama Embay Mulya Syarief yang berdampingan dengan Rano, mengingatkan warga berhati-hati pada bahaya laten komunis. Embay mengaku terkejut saat Wahidin Halim mengambil contoh Kuba dan Korea Utara sebagai model yang perlu ditiru saat debat kandidat beberapa hari lalu.

"Untuk layanan kesehatan tak perlu meniru cara-cara komunis. Kita punya Islam. Kita punya Pancasila. Itu saja sudah lebih dari cukup. Sebagai aktivis gerakan antikomunis sejak tahun 1966, saya merasa ajakan Pak Wahidin ini cukup membahayakan kita semua sebagai masyarakat yang beragama dan percaya pada keberadaan Allah SW. Janganlah komunisme itu dibawa-bawa ke Indonesia, apa lagi ke Banten," tegas Embay.

Seperti diketahui, dalam debat sepekan yang lalu diketahui Wahidin Halim menjanjikan layanan kesehatan tanpa kelas dengan merujuk pada dua negara komunis Kuba dan Korea Utara. Ajakan ini sontak memicu reaksi negatif dari para ulama Banten yang selama ini tegas menolak komunisme hadir di Banten. (Meghat/Rif)

Komentar