SERANG, TitikNOL – Dua tahun sudah pandemi Covid-19 menyerang kehidupan masyarakat. Tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggal dunia akibat tertular virus corona.
Pemerintah telah berusaha keras dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19. Tidak terkecuali Kabupaten Serang yang memiliki strategi jitu dalam memutus mata rantai penularan. Sehingga, kondisi kasus penularan terpantau landai.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana mengatakan, tugas utamanya dalam Satgas melakukan manajemenisasi mulai dari penanganan dan pencegahan.
“Kalau berbicara data, penyebaran di Kabupaten Serang landai sebetulnya, penangananya cepat. Bahkan di Provinsi Banten yang pertama kali kuning kita dan merah pun tidak pernah lama,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/9/2021).
Ia mengaku selalu berkoordinasi dengan cepat dengan relawan yang ada disetiap desa. Kemudian, edukasi terkait penanganan dan bahaya Covid-19 kepada masyarakat tidak pernah putus. Karena pemahaman masyarakat yang paling penting dan menjadi kunci terkendalinya mata rantai virus corona.
“Kordinasinya cepat. Meskipun anggaran minimal, banyak pihak ketiga yang banyak membantu. Dari memperkenalkan covid kepada masyarakat, kita lakukan 24 jam, pemutusan mata rantai,” jelasnya.
Nana menuturkan, penularan kasus Covid-19 terjadi flukuatif. Namun peningkatan penularan virus tidak pernah dterjadi dalam waktu yang lama.
“Kerja satgas bisa dilihat setelahnya, yang awalnya 13, besoknya jadi nol. Itu berkat komunikasi berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia mengaku terbuka untuk masyarakat jika meminta bantuan disinfektan, handsanitazer, dan masker. Hal itu dilakukan bagian dari upaya penanganan dan menjalankan disiplin protokol kesehatan.
Bahkan, pihaknya memiliki program untuk penyaluran 1.000 masker per desa di Kabupaten Serang. Terobosan itu bagian dari gerakan untuk membebaskan Kabupaten Serang dari covid-19.
“Siapapun yang minta disinfektan dan masker melalui kelompok, kita kasih, nggak ada yang nggak di kasih. Banyak juga mahasiswa yang meminta bantuan masker, kita beri,” jelasnya. (ADV)