Teater Forum Gelar 'The Theatre' di Serang, Ini Ulasannya

Teater Forum.Teater Forum.

TitikNOL - Teater Forum adalah sebuah kelompok kecil penggiat teater yang lahir dari kalangan akademisi. Oleh sebab itu, gairah utamanya adalah mencari, menggali dan bertanya-tanya.

Teater tradisi dari berbagai daerah di Indonesia menjadi sumber penggalian utama, yang kadang dilengkapi, dikawinkan atau dipertengkarkan dengan teater Barat. Maka, Teater Forum membuka seluas-luasnya kemungkinan berdialog, berkolaborasi, dan bersekutu dengan berbagai kelompok seni, khususnya teater, dari berbagai daerah maupun mancanegara dalam sebuah forum kreativitas.

Sikap bertanya-tanya yang menjadi salah satu semangat Teater Forum hampir tidak memungkinkan Teater Forum untuk datang ke tengah publik dengan jawaban-jawaban—apalagi jawaban cespleng— atas persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan kita bersama dewasa ini.

Lagi pula Teater Forum lebih percaya pada pertanyaan-pertanyaan daripada jawaban-jawaban. Maka, kegemaran bertanya-tanya itu pulalah yang ingin ditularkan kepada publik, sembari berharap pertanyaan yang menebar dan tumbuh di tengah publik akan merumuskan jawaban-jawabannya sendiri sesuai dengan kondisi yang dihadapi setiap orang.

The Theatre atawa Teater atawa Disaster

The Theatre adalah pertanyaan pertama yang kami bawakan kepada publik. Lakon karya penyair Agus R, Sarjono ini mengajak kita untuk ikut bertanya-tanya: di zaman sekarang ini, teater semacam apakah yang cocok untuk disuguhkan kepada masyarakat? Teater modern kah? Teater tradisi kah? Bentuknya komedi atau tragedi? Temanya Kritik Sosial, renungan filosofis, atau cinta asmara?

Penonton akan disuguhi sebuah teater tentang teater, mungkin menangis, mungkin tertawa, mungkin geleng kepala. Tapi insan teater bisa saja berbeda memandangnya. Bisa saja dengan segera mereka melihat berbagai kelemahan dalam teknis pertunjukkan dan tergoda untuk memperbaiki di bagian ini dan itu, atau justru ingin sama sekali berbeda sesuai tafsir dan seleranya.

Namun, apapun tanggapan kita, setelah melihat lakon ini, pandangan kita tentang teater tidak akan bakal pernah sama lagi. Si penulis lakon sudah menjungkirbalikkannya sedemikian rupa.

Sutradara TATANG ABDULLAH, aktif berteater sejak tahun 1986 sampai sekarang. Dia bermain dalam 30 pertunjukkan teater antara lain dengan kelompok Sanggar Kita Bandung, Teater Payung Hitam, Studio Teater STSI Bandung, dan STB. Dia tampil di Bandung, Yogyakarta, dan Jepang.

Beberapa garapannya sebagai sutradara dipentaskan di Bandung dan Jogyakarta, antara lain: Nyanyian Angsa, Anton Chekov (1990); Dendang Tahun Baru, Rolf Laukner (1991); Mencari Keadilan, Bertolt Brecht (1991); Mak Comblang, Nicolai Gogol; Barabah, Mo

Pengarang AGUS R. SARJONO, menulis puisi, cerpen, esai dan lakon teater. Bukunya terbaru adalah Gestatten, mein Name ist Trübsinn (Berlin, 2015) dan The Theatre (lakon bilingual Indonesia-Inggris dan Inggris-Jerman).

Dengan Berthold Damshäuser, ia menerjemahkan dan menjadi editor Seri Puisi Jerman dan menerbitkan antologi puisi Rainer Maria Rilke, Bertolt Brecht, Paul Celan, Johann Wolfgang von Goethe, Hans Magnus Enzensberger, Friedrich Nietzsche, Georg Trakl dan Hermann Hesse.

Ia pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2002– 2006; sastrawan tamu International Institute for Asian Studies (IIAS), Leiden (2001); Böll-Haus, Langenbroich, Jerman (2002—2003); dan Künstlerhaus Schloss Wiepersdorf, Brandenburg (2015). Ia mendapat Hadiah Sastra MASTERA dari Malaysia untuk buku puisinya Lumbung Perjumpaan (2012); dan “Sunthorn Phu Award” dari Thailand untuk life achievements-nya di bidang sastra (2013).

Pemimpin Redaksi Jurnal Kritik dan Pemimpin Umum Jurnal Sajak ini, sehari-harinya mengajar di Jurusan Teater ISBI Bandung. periode 2002– 2006; sastrawan tamu International Institute for Asian Studies (IIAS), Leiden (2001); Böll-Haus, Langenbroich, Jerman (2002—2003); dan Künstlerhaus Schloss Wiepersdorf, Brandenburg (2015). Ia mendapat Hadiah Sastra MASTERA dari Malaysia untuk buku puisinya Lumbung Perjumpaan (2012); dan “Sunthorn Phu Award” dari Thailand untuk life achievements-nya di bidang sastra (2013). Pemimpin Redaksi Jurnal Kritik dan Pemimpin Umum Jurnal Sajak ini sehari-harinya mengajar di Jurusan Teater ISBI Bandung. (red)

Komentar