TitikNOL - Tim mahasiswa Indonesia menggondol beberapa juara di ajang kompetisi Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia dan Shell Eco-marathon Asia Kategori Prototype.
Tim juara mahasiswa di antaranya berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Lomba itu berlangsung 29 April-2 Mei 2019.
Team 5 ITS mengungguli ratusan tim Asia Pasifik dan Timur Tengah dalam kompetisi adu cepat mobil hemat energi. Mereka meraih juara kedua. Selanjutnya ITS Team 5 berhak maju ke Grand Final Drivers’ World Championship di London, dan akan berhadapan dengan tim-tim unggulan lainnya dari Asia, Eropa, dan Amerika.
Selain itu ITS Team 5 meraih penghargaan sebagai tim pendatang baru untuk sumber energi Hidrogen (Hydrogen Newcomer Award). Faktor kemenangannya dari desain mobil yang dinilai bagus secara keseluruhan serta efisiensi energi yang digunakan. Tim ikut membawa pulang hadiah berupa uang tunai senilai US$3000.
Tim Manager ITS Team 5 Ghalib Abyan dalam keterangan tertulis dari panitia mengatakan, mereka sangat berbahagia karena kerja keras selama bertahun-tahun membuahkan hasil juara. Ikut di ajang Shell Eco-Marathon Asia 2012 dan 2014 pada 2019 menjadi juara. “Selama kompetisi berlangsung, kami merasakan tantangan luar biasa,” ujarnya.
Usaha menjadi yang terbaik itu ditempuh dengan latihan setiap pekan dan selalu melakukan evaluasi serta memperbaiki kekurangan. “Kunci keberhasilan kami adalah keyakinan bahwa Indonesia layak menjadi juara dunia di ajang kompetisi internasional."
Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia adalah perlombaan antara tim UrbanConcept terbaik di Shell Eco-marathon Asia 2019. Mobil Antasena FCH 1.0 bertenaga Fuel-Cell Hydrogen milik ITS Team 5 sukses melintasi garis akhir di posisi kedua setelah tiga putaran lintasan.
Prestasi ITS Team 5 ini menjadikan mereka sebagai tim Indonesia ke-7 yang melaju ke putaran Grand Final Drivers’ World Championship di London bulan Juli mendatang. Di kompetisi ini, para pengemudi yang memenangkan Drivers’ World Championship di tingkat regional akan saling berhadapan dalam balap mobil adu cepat dengan tetap menjaga efisiensi penggunaan sumber energi.
Tiga tim pemenang Grand Final Drivers’ World Championship akan diberikan kesempatan eksklusif untuk mengunjungi markas tim balap Formula1 Scuderia Ferrari di Italia. Mereka akan berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan yang menarik dan belajar dari insinyur juga tenaga ahli di Ferrari.
Selain itu, ITS Team 2 (Sapuangin) menjadi juara pertama untuk kategori UrbanConcept di kelas Internal Combustion Engine dengan rekor jarak tempuh 395 km/liter. Dua tim mahasiswa Indonesia lainnya, yaitu Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di tempat kedua dan tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) di tempat ketiga.
Adapun untuk kelas Battery Electric, tim Nogogeni dari ITS menjadi juara kedua disusul tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Pada kategori Prototype, tim Rakata dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyabet juara ketiga di
kelas Internal Combustion Engine dengan rekor jarak tempuh 926 km/liter. Tim Semar Proto
dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga berhasil mengamankan posisi ketiga untuk kelas Battery
Electric dengan rekor jarak tempuh 387 km/kWh.
Berita ini telah tayang di tekno.tempo.co, dengan judul: Mahasiswa Indonesia Borong Juara Lomba Mobil Hemat Energi Asia