Mandi Air Dingin Ternyata Bisa Cegah Risiko Depresi

Ilustrasi mandi. (Dok: Tergemes)
Ilustrasi mandi. (Dok: Tergemes)

TitikNOL - Bagi kebanyakan orang, satu kata yang keluar dari mulutnya saat mendengar Mandi air dingin adalah kenapa. Hanya segelintir orang yang senang menghabiskan waktunya di bawah pancuran air dingin. Mereka yang senang kemudian berbicara mengenai banyak manfaat mandi air dingin, mulai dari melancarkan peredaran darah, melembapkan kulit bahkan mengurangi stres.

Studi medis yang dilakukan beberapa tahun lalu bahkan menduga bahwa mandi air dingin mengurangi risiko seseorang mengalami depresi. Mandi air dingin bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh mereka yang kerap menggunakan air hangat untuk mandi. Namun, sesaat setelah mencoba, ternyata tidak sedingin yang dibayangkan.

“Paparan air, terutama air hangat atau bahkan cenderung panas dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga menyebabkan iritasi dan (kulit) kering,” jelas Joshua Zeichner, direktur Cosmetic and Clinical Research in Dermatology di Mount Sinai Hospital, kota New York, Amerika Serikat.

Air dingin membuat orang lebih fokus dan produktif? Zeichner menjelaskan, saat mandi air dingin, seseorang tidak perlu membuang banyak waktu seperti saat mandi air hangat. Mereka yang mandi dengan air hangat cenderung menghabiskan waktunya untuk berlama-lama di dalam kamar mandi, karena merasa hangat dan nyaman.

"Banyak waktu terbuang saat mandi, padahal Anda harus minum berpakaian, minum kopi atau baca koran setelah mandi sehingga terlambat datang ke kantor,” kata Zeichner.

Zeichner menambahkan, “Kecuali Anda sedang terserang flu, barulah Mandi dengan air hangat, jika tidak, mandi dengan air dengan suhu sekitar 28 derajat celcius untuk menjaga kelembapan kulit.”

Berita ini telah tayang di tempo.co, dengan judul: Mandi Air Dingin Bagus untuk Kesehatan, Bisa Mencegah Depresi

Komentar