Mengenal dan Mewaspadai Bahaya Tindik Pada Tubuh

Ilustrasi. (Dok:net)
Ilustrasi. (Dok:net)

TitikNOL - Tindik adalah sebuah seni menusuk atau melubangi bagian tubuh untuk menciptakan pembukaan untuk menempatkan perhiasan. Seperti halnya mentato atau merajah tubuh, tindik atau body piercing sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu. Hal ini diperkuat dengan adanya penemuan mumi tertua oleh para peneliti (dikenal dengan sebutan Iceman) yang diperkirakan sudah berumur sekitar 5.300 tahun. Pada mumi tersebut diketahui memiliki telinga yang ditindik dengan anting-anting selebar 11 milimeter. 

Tindik dilakukan dengan berbagai tujuan diantaranya sebagai salah satu identitas budaya suatu masyarakat/suku, tujuan erotisme, spiritual, dan mode.

Beberapa suku di dunia yang memiliki tindik sebagai budaya mereka diantaranya:

1. Suku Aztec
Suku Aztec menindik lidah mereka sebagai sebuah ritual spiritual. Mereka meyakini dengan menindik lidah dapat mendekatkan diri mereka dengan tuhannya. Prajurit Aztec juga menindik hidung mereka dengan taring babi hutan dengan tujuan mengintimidasi lawan mereka.

2. Suku Indian
Ritual tindik di suku Indian disebut "Okipa", yaitu menindik dengan cara menggantungkan kait besi pada bagian dada mereka. Cara ini diperuntukan bagi kaum pria yang akan diangkat menjadi tentara atau panglima perang. Ada juga ritual tindik lain yang disebut " Kavandi", yang dilakukan oleh salah satu suku di India, yaitu menindik tubuh mereka dengan jarum yang panjangnya bisa mencapai 1 meter dengan tujuan sebagai penghormatan kepada dewa.

3. Suku Asmat dan Suku Dani di Papua
Pria-pria suku Asmat menindik hidung mereka dengan batang kayu atau tulang belikat babi sebagai tanda kedewasaan.

4. Suku Rikbaktsa di Brazil
Salah satu suku di Brazil ini menindik telinga mereka dan meletakkan kayu pada lubang tindikannya. Mereka yang memiliki telinga kayu semakin besar dan lebar maka mereka pun akan semakin terhormat di masyarakat Rikbaktsa.

5. Suku Dayak di Kalimantan
Kaum perempuan suku Dayak melubangi daun telinga dan menggantungkan anting pemberat untuk memperbesar cuping telinganya. Mereka meyakini semakin besar pelebaran lubang telinganya maka semakin cantik dan semakin tinggi status sosial mereka di masyarakat.

Tindik bisa dilakukan di telinga, hidung, pusar, alis bahkan area genital. Walaupun tindik sudah ada sejak berabad-abad lamanya dan merupakan bagian dari budaya beberapa suku di dunia, tetapi ada bahaya di balik tindik pada tubuh apalagi jika prosedur tindik tidak sesuai standar kesehatan/kebersihan. Beberapa resiko bahaya yang mungkin timbul diantaranya:

Penggunaan alat-alat tindik yang tidak steril dan digunakan secara bergantian beresiko menularkan virus HIV dan hepatitis B dan C.

Terjadinya infeksi bakteri staphylococcus aureus yang dapat menimbulkan bengkak, ruam dan nanah di sekitar area yang di tindik.

Beresiko merusak jaringan saraf dan membuat jaringan di sekitar tindikan mati.

Resiko alergi dan keloid atau munculnya jaringan kulit tambahan yang tumbuh di bekas tindikan.

Bagian tubuh yang berbahaya untuk ditindik

1. Lidah
Tindik pada lidah dapat menyebabkan gigi merenggang, kerusakan gusi dan menjadi tempat tinggal bakteri (pada mulut terdapat banyak bakteri dari sisa makanan yang tertinggal). Selain itu ada resiko perhiasan yang dipakai tertelan secara tidak sengaja. Tindik pada lidah juga beresiko merusak jaringan sehingga membuat lidah mati rasa dan kehilangan sensasi perasa dan gerakan.

2. Puting
Tindik pada putin dapat beresiko merusak beberapa kelenjar penghasil susu pada payudara wanita muda dan dapat mengakibatkan infeksi. Kondisi seperti ini akan menjadi masalah besar bagi para wanita yang ingin menyusui anaknya.

3. Pusar
Kulit pusar merupakan bagian yang sangat sensitif sehingga sangat beresiko terjadinya infeksi karena iritasi yang disebabkan pakaian ketat yang sobat kenakan.

4. Telinga bagian atas
Pada umumnya tindik dilakukan di telinga bagian bawah karena bagian tersebut merupakan daerah yang relatif aman untuk ditindik. Tapi tidak demikian dengan telinga bagian atas karena pada bagian tersebut terdapat tulang rawan di sepanjang tepian telinga. Jika terjadi infeksi pada tulang rawan tersebut akan sulit untuk diobati dan beresiko menyebabkan cacat pada telinga.

5. Alis
Pada alis terdapat 3 saraf supra orbital besar yang berhubungan dengan fungsi penglihatan. Jika tindik dilakukan pada daerah yang salah maka beresiko kerusakan saraf yang dapat mengakibatkan kebutaan.

 

 

 

 

 

 

Sumber: www.dibagiin.com

Komentar