Album Pianis Cilik Indonesia Joey Alexander Tembus Nomor Satu di Billboard

(net)(net)

TitikNOL - Sampai pertengahan Januari 2016, album Adele yang bertajuk 25masih menempati posisi teratas tangga lagu Billboard 200. Prestasi tersebut dikarenakan besarnya jumlah penjualan dan streaming album musisi wanita asal Inggris itu.

Dilansir dari Billboard pada Jumat (15/1), tidak hanya Inggris, Indonesia juga bisa berbangga hati, karena musisi ciliknya, Joey Alexander, menempati posisi ke-50 dalam Billboard 200.

Kesuksesan Joey tidak hanya berdasarkan penjualan dan streaming albumnya. Namun juga didukung oleh kepopulerannya semenjak tampil dalam acara televisi 60 Minutes yang disiarkan oleh stasiun televisi CBS pada Minggu (3/1) silam.

Sejak saat itu album Joey yang bertajuk My Favorite Things terjual sebanyak 9.000 keping, terdongkrak hingga 3,6 persen dari sebelumnya.

Keberhasilannya itu juga membuat nama Joey menempati posisi teratas tangga lagu Billboard Jazz Albums and Traditional Jazz Albums, setelah sebelumnya menempati posisi ke-22.

Joey juga berada di posisi ke-enam tangga lagu Jazz Digital Songs dengan perhitungan penjualan album secara digital sebanyak 1.000 keping, naik 1,7 persen dari sebelumnya.

Sebelumnya ramai diberitakan pada awal Desember 2015, Joey menjadi musisi Indonesia pertama yang berhasil meraih nominasi Grammy Awards 2016 kategori Album Instrumental Jazz Terbaik.

“Saya sangat terkejut tentu saja,” kata Joey saat diwawancara oleh CNN. 

“Tak pernah terbayangkan saya bakal dinominasikan untuk Grammy, karena itu saya sangat bersyukur, dan tetap rendah hati.”

Dalam wawancara yang sama, Joey menceritakan pengalaman belajar musik jazz secara autodidak dari orang tuanya, Denny Sila dan Fara. 

Menurut Joey, sejak dirinya masih bayi, sang ayah selalu memperdengarkan lagu-lagu, antara lain yang dipopulerkan Louis Armstrong. Lalu, di usia enam tahun, ia mulai main piano.

Tanpa butuh waktu lama, di usia delapan tahun, Joey mendapat kesempatan berharga ber-jam session dengan pianis legendaris Herbie Hancock di Jakarta, juga tampil di Java Jazz Festival. 

Setahun berikutnya, Joey memenangkan grand prize di Master-Jam Fest di Ukraina yang dijejali musisi dewasa. Sejak itu, namanya makin dikenal di kalangan penikmat dan pegiat jazz.

Setahun terakhir, ia diboyong orang tuanya ke New York, berbekal bantuan dari peniup terompet legendaris Wynton Marsalis. Di akun Facebook-nya, Marsalis memuji Joey sebagai “my hero.”

Di Negeri Paman Sam, bakat Joey ditangani orang-orang yang tepat, termasuk dari Jazz at Lincoln Center. Mereka memberikan edukasi agar Joey tak sekadar piawai memainkan instrumen musik, juga mampu memberikan inspirasi bagi bocah lain seusianya.
Pada 2014 lalu, Joey tampil di sederet acara gala, seperti New York City for Jazz di Rose Hall, The Jazz Foundation of America di Apollo, dan The Arthur Ashe Learning Center di Gotham Hall.

 

 

 

Sumber: cnn indonesia

Komentar