8 Tim Eropa yang Dianggap Permainannya Kurang Maksimal Musim Ini

(net)(net)

TitikNOLPermainan sepakbola yang membosankan sangat identik dengan Chelsea saat masih ditangani Jose Mourinho. Namun anggapan itu ternyata tidak selalu benar.
Musim ini ternyata banyak tim di Eropa yang menampilkan permainan yang cenderung membosankan. Siapa sajakah? Simak dalam rangkuman berikut ini.

 

1. Manchester United

Permainan Manchester United sejak ditangani Louis Van Gaal memang jauh dari atraktif. Oleh karena itu, tak heran jika melihat Van Gaal terus mendapat tekanan dari fans karena tim dianggap tampil terlalu pragmatis dan membosankan.

Produktivitas gol Setan Merah juga berada paling rendah di antara enam besar tim teratas di klasemen Premier League. Meskipun begitu, Van Gaal boleh berbangga lantaran timnya dan Crystal Palace paling sedikit kebobolan sejauh ini.

2. Aston Villa

Kehilangan Christian Benteke memang sangat berdampak besar atas penampilan Aston Villa musim ini. Pasalnya, Benteke menyumbang separuh gol yang dicetak musim lalu.

Villa sendiri baru mencetak 17 gol yang merupakan jumlah gol terendah bersama Swansa City dari semua kontestan Premier League sejauh ini. Tugas berat masih menanti manajer Remi Garde mengingat Villa kini masih menempati posisi juru kunci.

3. Inter Milan

Gaya permainan Inter Milan yang diusung Roberto Mancini musim ini tidak pernah tidak mendapatkan kritik. Namun cara ini mungkin akan membuat mereka kembali meraih Scudetto.

Nerazzurri maju sebagai salah satu kandidat kuat dalam perburuan gelar juara. Meskipun begitu, Inter seakan tidak peduli bila harus meraih kemenangan dengan skor mininalis. Mauro Icardi dkk sudah sembilan kali menang dengan skor tipis 1-0.

4. Real Betis

Pepe Mel baru saja dicopot dari jabatannya sebagai pelatih Real Betis setelah tiga kekalahan beruntun dan enam pertandingan tanpa kemenangan. Betis cuma sanggup mencetak 13 gol sejauh ini yang merupakan jumlah gol terendah di antara semua tim lainnya.

Betis juga tidak bisa mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir. Mereka cuma mempunyai akurasi tembakan sebesar 38% yang merupakan terendah di liga.

5. AS Monaco

Meski Monaco mempunyai kemampuan finansial yang besar, Leonardo Jardim rupanya belum bisa membawa timnya tampil atraktif seperti yang diharapkan.

Sepanjang 12 dari 20 pertandingan di musim ini, Monaco hanya sanggup mencetak satu gol atau tidak sama sekali. Selain itu, 12 dari 26 gol mereka berasal dari situasi set piece.

Monaco seharusnya bisa membuat kompetisi Ligue 1 lebih menarik dengan menandingi dominasi PSG. Namun kedua tim justru terpaut 21 poin.

6. West Bromwich Albion

Nama Tony Pulis memang jarang diasosiasikan dengan keindahan dalam sepakbola. Kesebelasan yang ditanganinya kerap bermain dengan cara pragmatis dan jarang memainkan sepakbola yang atraktif.

Begitu pula dengan yang ditunjukkan Pulis bersama West Brom musim ini. Meskipun begitu, gaya permainan yang diusung Pulis ini mampu menghindarkan The Baggies dari ancaman degradasi. Pasalnya, West Brom saat ini berada di peringkat 12 dengan koleksi 26 poin setelah menjalani 20 pertandingan.

7. Lille

Total kombinasi gol dan kebobolan Lille sejauh ini adalah 30 dan tidak ada tim di Ligue 1 yang catatannya lebih buruk dari itu. Lille saat ini terdampar di peringkat 13 dengan kondisi lini tengah mereka kurang kreatif dan lini depannya tidak berbahaya.

Selain itu, pemain Les Dogues tak ada yang sanggup mencetak lebih dari lima gol di liga musim ini. Dengan demikian, Lille bukan hanya tim yang membosankan tetapi juga memprihatinkan.

8. Schalke

Di atas kertas, Schalke mungkin bisa menjadi tim yang menarik di Bundesliga. Mereka mempunya dua pemain muda berbakat Leroy Sane dan Johannes Geis. Selain itu di skuat mereka juga ada pemain senior Klaas-Jan Huntelaar dan Benedikt Howedes yang bisa menularkan pengalamannya.

Namun, penampilan Schalke belum terlihat meyakinkan sehingga masih tersendat di peringkat enam. Selain itu, pemain Schalke tidak ada yang bisa mencetak lebih dari lima gol sejauh ini. Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Andre Breitenreiter untuk memperbaiki kinerja timnya.

 

 

 

Sumber: bola.net

TAG bola
Komentar