Almarhum Tb Ismetullah Bukan Keturunan Sultan Banten

Menara Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (Dok:net)Menara Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (Dok:net)

SERANG, TitikNOL - Ketua Lembaga Penelitian Kampus IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten mengatakan bahwa almarhum Tubagus Ismetullah Al Abbas bukan keturunan Sultan Banten.

"Itu yang menyebut bahwa almarhum (Ismetullah Al-Abbas) keturunan Sultan Banten, tidak benar," ujar Ketua Lembaga Penelitian Kampus IAIN SMH Banten Mufti Ali saat dihubungi wartawan, melalui sambungan telpon, Jumat (4/3/2016).

Ia menjelaskan, banyak yang menganggap "kenadziran" sebagai keturunan atau trah asli dari Kesultanan Banten. Padahal "kenadziran" sendiri hanya sebatas pengurus masjid yang kebetulan bertugas di Banten Lama. Semacam Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Mantan Direktur Bantenologi ini menyebutkan bahwa trah asli keturunan Banten sendiri kini tersebar di berbagai wilayah baik di dalam maupun di luar negeri.

"Kalau bicara keturunan sultan kan banyak, sultan Banten yang mana dulu. Kalau keturunan Sultan Syafiudin yang diturunkan Deandles tahun 1832, atau keturunan Sultan Zainusolihin, atau keturunan sultan yang mana," kata Mufti Ali.

"Kalau keturunan Sultan Abdullah ada di Sri Langka karena beliau dibuang ke sana pada tahun 1785 oleh Belanda. Ada keturunannya bernama Faiq Dolle. Kita pernah undang ke sini (IAIN Banten)," lanjutnya

Baca juga: Ini Sosok Almarhum Ismetullah Abbas di Mata Rano Karno

Menanggapi banyaknya pihak mengklain sebagai keturunan asli Sultan Banten, Mufti Ali menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. "Tapi kalau yang benar-benar asli keturunan sultan, jumlahnya tidak banyak," katanya.

Mufti menambahkan, Banten Lama saat ini tidak bisa disebut sebagai representasi kesultanan Banten. Selain karena kesultanan Banten sudah tidak ada, keturunan asli sultan Banten pun sudah tidak berdomisili di Banten. (Red)

Komentar