Belum Maksimal Tangani Musibah Kebakaran, Kabupaten Lebak Butuhkan Pos WMK

Sejumlah petugas pemadam kebakaran (Damkar) pada kantor Dinas Satpol - PP Pemkab Lebak saat foto bersama. (Foto: TitikNOL)
Sejumlah petugas pemadam kebakaran (Damkar) pada kantor Dinas Satpol - PP Pemkab Lebak saat foto bersama. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Belum maksimalnya penanganan musibah kebakaran rumah dan lahan di Kabupaten Lebak, disebabkan karena belum maksimalnya ketersediaan alat yang dimiliki oleh pemadam kebakaran.

Saat ini saja, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Lebak hanya memiliki 5 unit mobil pemadam kebakaran dengan rincian 3 unit mobil penanggulangan, 2 unit mobil suplai air dan 17 orang personel tenaga pemadam kebakaran.

Dikatakan Kasi Pemadam kebakaran (Damkar) pada kantor Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak Suparmin, sarana dan prasana yang dimiliki belum sebanding dengan intensitas bencana yang melanda sejak awal tahun 2016 - 2017 ini.

Terlebih kata Suparmin, jarak tempuh penanganan pemadaman ke beberapa Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) di Lebak sangat jauh juga terdapat medan jalan yang berat untuk mencapai lokasi kejadian. Sejak tahun 2016 - 2017 saja dia mencatat, sudah ada 63 kasus kebakaran dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp4,5 miliar.

"Di Kabupaten Lebak sudah seharusnya ada pos-pos wilayah pemadam kebakaran (WMK), usulannya sejak tahun 2014 lalu sudah kita dilakukan. Mudah-mudahan wacana terbentuknya pos WMK ini di tahun 2018 dapat terealisasi," ujar Suparmin di ruang kerjanya, Senin (18/12/2017)

Dijelaskan Suparmin, untuk mendukung terbentuknya pos WMK nanti, diperlukan juga penambahan dua unit kendaraan Damkar dan penambahan 12 personel petugas pemadam.

"Untuk pos WMK di Lebak selatan bisa di tempatkan di wilayah rawan kebakaran dan padat penduduk seperti di Kecamatan Malingping atau di Kecamatan Bayah, sedang di Lebak utara pos WMK bisa di Kecamatan Cipanas," terang Suparmin.

Oleh karena itu, Suparmin berharap kepada pihak Eksekutif dan Legislatif, agar pada APBD di tahun 2018 nanti sudah dapat dianggarkan biaya pembentukan pos - pos pemadam kebakaran, sehingga dengan adanya pos pemadam kebakaran di Lebak selatan dan utara kerugian yang diderita warga masyarakat dapat di minimalisir.

Senada dikatakan Anna Wachyudiana, Operator Pemadam Kebakaran pada bidang Damkar kantor Dinas Satpol PP Pemkab Lebak. Menurutnya pembentukan pos WMK di Lebak sudah sangat mendesak.

Sebab kata Anna, dengan luas wilayah Kabupaten Lebak yang mencapai 304.472 hektar (3.044.72 Km3) dengan 28 Kecamatan, 5 Kelurahan dan 340 Desa tentu petugas Damkar yang sudah ada akan kesulitan dalam penanganan kebakaran.

"Berdasarkan data tahun 2016 hingga 2017 per bulan Oktober ini, yang tertangani 63 kasus kebakaran. Selebihnya tidak tertangani, jadi data kita dengan data BPBD jelas akan berbeda, mungkin kejadian kebakaran di data yang di miliki BPBD Lebak lebih tinggi. Sebab, data di bidang Damkar Dinas Satpol PP ini, hanya data yang tertangani saja dan dilaporkan saat kejadian kebakarannya," pungkasnya. (Gun/red)

Komentar