Sabtu, 5 April 2025

Berkat Reses Anggota DPRD Cilegon, Jalan Sumampir-Martapura Segera Diperbaiki

Sosialisasi mulai pekerjaan pembangunan rekonstruksi Jalan Sumampir-Martapura, di Aula Kelurahan Kebondalem. (Foto: TitikNOL)
Sosialisasi mulai pekerjaan pembangunan rekonstruksi Jalan Sumampir-Martapura, di Aula Kelurahan Kebondalem. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Pembangunan rekonstruksi Jalan Sumampir-Martapura, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon akan segera dilaksanakan. Hal itu terungkap dalam sosialisasi mulai pekerjaan yang digelar di Aula Kelurahan Kebondalem, Jumat (27/10/2023).

Anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah mengaku bangga atas terealisasinya perbaikan jalan lingkungan tersebut setelah bertahun-tahun rusak.

"Sebagai anggota DPRD saya cukup bangga atas terealisasinya usulan masyarakat ini di Lingkungan Sumampir, RW 4 Jalan Sumampir, baik pengaspalan maupun pembetonan. Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Rahmatullah mengungkapkan, perbaikan jalan lingkungan tersebut merupakan usulan dari masyarakat setempat saat dirinya melakukan reses .

"Ini usulan reses kita dan sudah terealisasi sebagian dan ini kelanjutannya dengan nilai yang cukup besar, tapi juga belum menyelesaikan karena kalau sampai ujung mungkin menelan anggaran Rp6 miliaran. Karena ini pakai APBD jadi bertahap, yang penting APBD untuk rakyat," jelasnya.

Ia juga membeberkan secara umum kondisi infrastruktur di Kecamatan Purwakarta sebagian besar masih perlu dilakukan perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan.

"Masih perlu perbaikan dan pemeliharaan, seperti di Kaligandu, Pabean, Kebondalem, Sumampir ini lebih parah, Bebulak Barat, Timur juga perlu ada perbaikan pengaspalan maupun betonisasi, tapi lebih banyak ke pengaspalan," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Jaya Kusuma Rezeki, Santani selaku kontraktor pemenang tender menyampaikan bahwa kondisi jalan lingkungan itu sudah sangat rusak dan menyulitkan warga saat berlalu lintas.

"Sangat rusak, sangat memprihatinkan, dan dibutuhkan oleh warga. Usulan berkali-kali dan baru tahun ini terealisasi, itu pun belum semua. Jadi lanjutannya nanti di 2024 katanya gitu," ungkapnya.

Perbaikan jalan lingkungan, kata Santani, menelan biaya Rp1,15 miliar dengan panjang 800 meter dan lebar jalan 3-3,5 meter, termasuk juga pembangunan drainase.

"Lebar jalannya fluktuatif ada yang 3 meter ada yang 3,5 meter karena itu jalan kampung, jadi lebarnya tidak rata, " pungkasnya. (Ardi/TN3).

Komentar