Disindir Mendikbud, Bupati Lebak Malah Salahkan Siswa SD

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochammad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan, saat mengunjungi lokasi jembatan putus di Kab.Lebak. (Foto: newsmedia)Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochammad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan, saat mengunjungi lokasi jembatan putus di Kab.Lebak. (Foto: newsmedia)

LEBAK, TitikNOL – Bupati Lebak Iti Jayabaya, sepertinya tidak terima atas pemberitaan adanya siswa patah tulang akibat jatuh dari jembatan roboh, saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan, berkunjung ke lokasi jembatan jatuh di kecamatan Sajira, Lebak, Banten. Ia justru menyampaikan, bahwa tidak ada satupun korban yang mengalami patah tulang.

"Saya minta statment saya jangan dipotong-potong lah. Tidak ada yang patah tulang. Jadi tolong sampaikan secara utuh semuanya biar masyarakat juga tahu dengan utuh," katanya, Senin (16/3/2015).

Bahkan, meski rusaknya jembatan ini mengakibatkan 44 siswa SD jatuh, Iti malah menyalahkan siswa SD sebagai biang keladi peristiwa tersebut. Pernyataan Iti pun diamini oleh beberapa stafnya.

"Rata-rata jembatan gantung semua tidak layak apalagi dipakai bareng-bareng ada motor lagi, anak-anak bercanda-bercanda, lompat-lompatan kalau lewat situ pasti goyang. Makanya lewat satu-satu," ucap Iti.

Di lain pihak, Menteri Anis menyayangkan kejadian ini. Dia juga menyindir kurangnya inisiatif Pemda Lebak.

"Jembatan seperti ini banyak di daerah-daerah. Makanya perlu inisiatif sedikit saja," pesan Anis, yang mengaku prihatin atas banyaknya korban dari anak-anak di SDN 1 Pajagan.

"Orangtua melepas anak berangkat sekolah bukan untuk menghadapi masalah. Seperti tadi Surdi punggungnya patah masa depannya bisa hilang karena kecelakaan," ucapnya.

Dalam kunjungan ini, Anies bersama Basoeki mengunjungi rumah Surdi, salah satu korban jembatan jatuh di Lebak, yang diduga mengalami patah tulang punggung.

Seperti diberitakan, Selasa 10 Maret lalu, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sindai, Kecamatan Sajira dan Pasir Eurih, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, roboh. Akibatnya, 45 siswa SD yang sedang menyeberang jatuh ke sungai yang beraliran deras. (Gun/Neu)

Komentar