Sabtu, 5 April 2025

Kunjungi Rau, BAM DPR RI Pastikan Harga Stabil Sesuai Kemampuan Daya Beli Warga

SERANG, TitikNOL - Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI mengunjungi Pasar Induk Rau, Kota Serang untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dan keluhan para pedagang di Pasar tersebut, 06 Maret 2025.

Kunjungan dipimpin oleh Wakil Ketua BAM DPR RI Tr. Agun Gunandjar bersama anggota DPR RI lainnya, serta Wakil Gubernur Banten dan Wakil Wali Kota Serang.

Dari hasil kunjungannya berbicara langsung dengan sejumlah pedagang, untuk Pasar Induk Rau Kota Serang, dipastikan masih dalam jangkauan daya beli masyarakat.

“Ketersediaan pangan sama harga secara umum melihat di pasar induk rau harga relatif baik, masih dalam jangkauan kemampuan daya beli masyarakat tidak ada kenaikan luar biasa baik daging, ayam, termasuk kebutuhan beras minyak dll, relatif masih dalam stok tersedia harga masih terkendali,” kata Agun kepada wartawan.

Namun, kata Agun ada satu hal yang menarik yaitu penjualan minyak kita yang sudah disubsidi oleh pemerintah justru harganya berbeda-beda. Dan ini menjadi catatan penting dalam kunjungannya.

“Persoalan kenaikan harga seperti minyak kita kembali ketentuan pemerintah sudah disubsidi hargany, Rp15,700 di satu tempat saya beli harganya Rp19 ribu ditempat berbeda dia jual Rp18 ribu saya tanya kenapa dijual Rp18 ribu dari agennya Rp17 ribu ada yg bilang dari sales dan sebagainya,” lanjut Agun.

Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Perdagangan maupun Dinas Perdagangan di Daerah, agar harga minyak kita ini dijual dengan sesuai harga eceran tertinggi yaitu Rp15,700 perkilonya.

“Ini persoalan kementerian perdagangan, dinas perdagangan harus bener bener mengontrol melihat kalau bisa harga sebagaimana ditentukan pemerintah, kalau hanya megandalkan operasi pasar sehari besok naik lagi,” sambungnya.

Agun juga meminta agar pendistribusiannya yang harus diawasi melalui sistem tersebut terjadinya perubahan harga di pasaran.

”Tapi sepanjang distirbusinya tidak dikelola dengan baik produsen sampai ke konsumen, (terjadi kenaikan harga) itu harus di kontrol,” pungkasnya. (TN)

Komentar
Tag Terkait