Sabtu, 5 April 2025

Pemprov Banten akan Jadikan Tahura sebagai Kawasan Pendidikan dan Pariwisata

Gubernur Banten, Rano Karno saat mendampingi Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri ke Tahura di Pandeglang. (Foto:TitikNOL)
Gubernur Banten, Rano Karno saat mendampingi Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri ke Tahura di Pandeglang. (Foto:TitikNOL)

PANDEGLANG, TitikNOL - Pemprov Banten akan menjadikan kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura), sebagai model eco edu tourism atau kawasan pendidikan dan pariwisata.

Dikatakan Rano Karno, keberadaan Tahura dengan segala potensinya sangat menunjang kegiatan pariwisata untuk pendidikan berbasis alam, kepentingan penelitian, menunjang budidaya dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan.

"Tahura Banten ini bisa dijadikan model Tahura penelitian, bekerjasama dengan badan penelitian atau pihak lainnya untuk mengembangkan jenis tumbuhan tertentu dan pengembangan tanaman," kata Gubernur dalam peringatan Hari Bumi tahun 2016, di kawasan Taman Hutan Raya Carita, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kab Pandeglang, Minggu (24/4/2016) kemarin.

Pada kegiatan ini turut hadir Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, pejabat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta penjabat di Pemprov Banten.

Dalam peringatan Hari Bumi ini, sebanyak 10.000 batang bibit pohon ditanam dikawasan Tahura, mulai dari pohon Meranti, Kecapi, Petai dan bibit pohon lainnya. Rano menegaskan bahwa menanam pohon adalah bentuk  tindakan nyata merawat bumi.

Menurut Gubernur, kawasan Tahura Banten ini terletak di 4 Desa, yaitu Desa Sukanegara, Cinoyong, Sukarame dan Desa Kamoyang yang berada di Kecamatan Carita Pandeglang.

Pengelolaan Tahura ini kata Gubernur dilaksanakan oleh Pemprov Banten, dengan berbagai programnya dalam upaya membangun kawasan pelestarian alam untuk kemaslahatan bagi masyarakat Banten.

"Apapun kondisi Tahura Banten, saya minta semua pihak untuk mendukung satu ikon Provinsi Banten ini. Oleh karenanya Tahura perlu dilestarikan sebagai mega biodiversity dan edu-ecotourism untuk kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri itu, Rano melanjutkan, pihaknya melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan telah melakukan upaya untuk mempertahankan Tahura ini sebagai kawasan konservasi bahkan sebelum ditetapkan.

"Upaya rehabilitasi baik melalui penanaman ataupun dengan sipil tehnis telah dilakukan. Dan kita akan terus mengupayakannya sampai kondisi hutan yang ideal menurut kadiah-kaidah ekologis," katanya.

Ke depan, kata Gubernur, di lahan Tahura ini akan dibangun kebun koleksi bambu nusantara seluas 2 Hektar bekerjasama dengan akademi bambu nusantara dan menginisiasi kebun durian jenis musang king seluas 1 Hektar bekerjasama dengan yayasan durian indonesia.

"Ini upaya untuk rehabilitasi dengan berbagai jenis tumbuhan ditambah dengan pembangunan sarana dan prasarana lainnya," pungkasnya. (Red)

Komentar