SERANG, TitikNOL - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, buka suara soal adanya pengajuan pindah puluhan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemprov ke sejumlah kota kabupaten di Indonesia.
Hal itu disebutkan tidak berkaitan dengan polemik jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) selama enam bulan belakangan.
Apalagi, dikaitkan dengan pengaktifan kembali jabatan Al Muktabar sebagai Sekda Banten definitif oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.
“Pengajuan pindah tugas 10 orang ASN Banten ke daerah lain, kami pastikan tidak berkaitan dengan polemik jabatan Sekda yang berlangsung selama enam bulan belakangan,” tegas seorang pejabat di BKD Provinsi Banten kepada wartawan, Kamis (3/3/2022).
Menurutnya, 10 orang ASN Banten yang mengajukan pindah dan meminta surat lolos butuh dari BKD, ada sebagian dari ASN tersebut yang mau memasuki usia pensiun.
Sehingga mereka mengajukan diri untuk menjadi Widyaiswara agar usia pensiun mereka bisa diperpanjang untuk bisa berkarir di tempat lain.
Namun demikian, ada juga ASN Pemprov Banten yang mengikuti Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di sejumlah kota dan kabupaten sebagai upaya perbaikan pola karier.
“Terkait adanya pemberitaan eskodus ASN Pemprov ke daerah lain, kami nilai kurang tepat, karena proses pengajukan alih fungsi ASN ke daerah lain tersebut dilakukan sebelum pak Al Muktabar diaktifkan kembali sebagai Sekda oleh pak gubernur,” ujarnya.
Sementara Asda 3 Setda Banten, Denny Hermawan menambahkan, adanya sejumlah pejabat yang mengikuti Selter ke daerah lain, pada prinsipnya adalah hak semua ASN untuk dapat mengikuti Selter JPT Pratama atau pun Madya, sepanjang sudah memenuhi persyaratan untuk meningkatkan jenjang karir sesuai dengan disiplin ilmunya.
”Andaikan ada ASN dari luar Provinsi Banten ikut Selter disini ataupun sebaliknya itu adalah hak setiap ASN, sehingga kami tidak bisa melarang sebagai bagian dari perbaikan pola karir ASN, ” ujar mantan Sekretaris DPRD Banten ini.
“Jadi dapat dipastikan, pengajuan pindah para ASN itu tidak ada kaitan sama sekali dengan aktifnya kembali pak Al,” sambungnya.
Sementara itu, Sekda Banten Al Muktabar saat dikofirmasi melalui sembungan telepon dan pesan whatsapp, belum menjawab. Padahal pesan yang dikirimkan dua tanda centang. (TN1)