Santai Dikritik DPRD, Rano Karno: Urutan IPM Kita Justru Naik Lho!

Gubernur Banten, Rano Karno. (Dok:net)
Gubernur Banten, Rano Karno. (Dok:net)

SERANG, TitikNOL -  Gubernur Banten, Rano Karno menanggapi santai perihal adanya kritikan dari sejumlah anggota DPRD Banten, terkait kinerja Pemprov Banten dalam menjalankan amanat RPJMD 2012-2017 tidak maksimal, terutama soal indeks pembangunan manusia (IPM) yang tidak tercapai paling tidak hingga 2015 kemarin.

Dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) yang disampaikan gubernur Kamis (14/4/2016) lalu, disebutkan realisasi IPM sebesar 70,15 persen dari target 74,57 persen.

"Sebetulnya ini saya bukan klarifikasi ya, saya orangnya selalu enjoy-enjoy saja. Kalau kemaren bicara IPM, Banten itu nomer (urutan) 8 loh, dari yang (gubernur) dulu-dulu di posisi 23 secara nasional," kata Rano, seusai melantik Sekwan dan Karo Ekbang, di Pendopo Gubernur Banten, Jumat (15/4/2016).

Selanjutnya mengenai laju pertumbuhan ekonomi (LPE), ia menjelaskan bahwa Banten berada di atas rata-rata nasional.

"Banten ini di atas nasional. Bahkan ketua BPKP Banten itu bingung, dikatakan katanya Banten ini anomali, secara nasional menurun, tapi investasi meningkat. Jadi anda salah persepsi dari cara menulis," kata Rano, kepada wartawan.

Target-target yang belum tercapai menurutnya karena ada metode baru dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Target belum terpenuhi, karena ada metode baru dari BPS. Ekonomi kita di atas nasional. Ini yang mesti dijelaskan," tegasnya.

Di 2015, pendapatan daerah juga tidak tercapai. Dari target Rp7,64 triliun terealisasi Rp7,32 triliun atau 95,89 persen.

"Soal pendapatan kami sudah punya strategi agar di tahun ini tidak terjadi lagi. Salah satunya dengan mengoptimalkan UPT Samsat yang ada diseluruh wilayah Banten. Nah, saya kunjungi seluruh Samsat, untuk mendorong itu. Ini pertama kali, sejak 4 tahun saya di sini belum pernah kunjungi samsat," katanya. (Kuk/red)

Komentar