Bekas Galian C di Cilegon Disulap Jadi Istana Pasir

Suasana bekas galian C yang disulap menjadi Istana Pasir Taman Cadas. (Foto: TitikNOL)
Suasana bekas galian C yang disulap menjadi Istana Pasir Taman Cadas. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Mungkin anda masih ingat dengan Istana Pasir Taman Cadas yang viral di media sosial beberapa waktu yang lalu. Kini, Istana Pasir Taman Cadas yang lokasinya terletak di perbatasan Serang - Cilegon dan tidak jauh dari Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon itu sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan, sehingga membuat anda pangling saat mengunjunginya.

Tentunya, siapa yang menyangka ternyata bekas galian C itu kini berubah seperti bangunan dengan arsitektur khas kerajaan. Padahal, sang pemilik lahan awalnya tak menyadari gumpalan tanah bekas galian setinggi kurang lebih 50 meter itu berbentuk seperti istana.

Bahtera Surya, sang pemilik Istana Pasir Taman Cadas saat ditemui di lokasi mengaku akan menjadikan Istana Pasir Taman Cadas sebagai tempat rekreasi baru bagi warga Cilegon dan sekitarnya.

Selain Istana Pasir Taman Cadas, Bahtera juga berniat membangun kolam renang, water boom, taman burung, taman buah dan danau di atas lahan seluas 23 hektare itu.

"Bukan hanya itu, rencananya ada 3 bukit untuk permainan juga seperti flying fox untuk kemping, family gatheringnya," kata Bahtera, Jumat (16/11/2018).

Dikatakan Bahtera, pembangunan tempat wisata baru ini akan terbagi dalam empat tahapan. "Ada empat tahapan yang akan dikerjakan untuk membangun Istana Pasir Taman Cadas ini. Tahap awal pekerjaannya yang saat ini sudah mencapai 70 persen, 30 persennya hanya finishing," ujarnya.

Lebih lanjut Bahtera menjelaskan, setelah selesai mengerjakan tahap awal, ia akan langsung melakukan pekerjaan tahap ke dua yakni membangun fasilitas penunjang Istana Pasir Taman Cadas tersebut.

“Tahap keduannya nanti saya akan sediakan permaianan anak-anak seperti kereta-keretaan, selain itu nanti ada flying fox, dan lahan yang disediakan untuk camping dan family gathering. Untuk lahannya nanti dibarengi dengan taman bunga dan taman buah. Total keseluruhan lahan yang akan dijadikan tempat wisata 23 hektare,” tuturnya. (Ardi/TN3)

Komentar