Sabtu, 5 April 2025

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, Banten Siaga Banjir

Ilustrasi. (Dok: Radarsukabumi)
Ilustrasi. (Dok: Radarsukabumi)

SERANG, TitikNOL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem akan melanda wilayah Provinsi Banten.

Berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF), untuk dampak banjir atau banjir bandang selama dua hari ke depan, potensi dampak dengan status siaga di Banten adalah Kota Cilegon, Kabupaten, Kota Serang, Kota Tangerang, Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

"Untuk dampak banjir/banjir bandang, tanggal 24-26 Februari 2021 potensi dampak dengan status Siaga di Propinsi Banten yakni Kota Cilegon, Serang, Kota Serang, Kota Tangerang, Tangerang, Kota Tangerang Selatan," kata Kasie Data dan Informasi BMKG Klas I Serang Tarjono melalui rilisnya, Kamis (25/2/2021).

Dikatakan Tarjono, BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (Jakarta TCWC) telah mendeteksinya adanya pusat tekanan rendah di wilayah perairan sebelah selatan Nusa Tenggara yang dapat berpotensi menjadi Bibit Siklon Tropis.

Berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer, pusat tekanan rendah telah menjadi Bibit Siklon Tropis dengan inisial 98S. Bibit Siklon 98S terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur dengan posisi di sekitar 13.7 derajat LS – 116.3 derajat BT atau sekitar 625 km dari lepas pantai Jawa Timur.

"Pantauan citra satelit cuaca 6 jam terakhir menunjukkan adanya aktifitas pertumbuhan awan konvektif dan terlihat juga pola konvektifitas yang kuat dari sistem 98S tersebut. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem bibit siklon 98S berkisar 25 knots (46 km/jam)," ujarnya.

Ia menerangkan, data angin perlapisan menunjukkan adanya sirkulasi di lapisan bawah yang sangat ideal untuk model pertumbuhan siklon tropis, pada lapisan 700 mb dan 500 mb sirkulasi terlihat sedikit melebar dan bergeser ke utara.

Pada lapisan atas, kecepatan angin lemah dan pola beraian cukup kuat, geser angin vertikal sedikit lemah 10 – 15 knots dan suhu muka laut yang hangat 29-30°C cukup mendukung untuk peningkatan pertumbuhan bibit siklon tersebut menjadi Siklon Tropis.

Berdasarkan data model prediksi numerik, terlihat adanya peningkatan kecepatan angin yang signifikan pada sistem 98S ini untuk menjadi Siklon tropis. Potensi bibit siklon 98S untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori menengah hingga tinggi, dengan kecepatan angin maksimum pada sistem Siklon dapat mencapai hingga 35 knot atau 65 km/jam.

Pergerakan sistem siklon diprediksikan menuju ke arah Barat-Barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Mengingat saat ini posisi Bibit Siklon tersebut masih berada diluar wilayah tanggung jawab Jakarta TCWC, maka penamaan untuk Siklon Tropis tersebut akan di lakukan oleh TCWC Perth-Australia.

"Keberadaan bibit siklon tersebut cukup signifikan berdampak pada pembentukan pola konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Selatan - Jawa - Nusa Tenggara dan secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga Nusa Tenggara," terangnya.

Sedangkan untuk prediksi sepekan kedepan, sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan. BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah, salah satunya di Banten.

"BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut ini Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggraa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat dan Papua," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar