Minggu, 14 Juli 2024

BNPB Catat 3.078 Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi, Ini Rinciannya

Polisi saat mengunjungi korban rumah rusak akibat gempa bumi (Foto: istimewa)
Polisi saat mengunjungi korban rumah rusak akibat gempa bumi (Foto: istimewa)

BANTEN, TitikNOL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate data kerusakan yang diakibatkan dari gempa bumi magnitudo 6,6 di Banten pada 17 Januari 2022 yang lalu.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, terdapat 3.078 rumah yang rusak di Banten. Di antaranya 395 unit rusak berat, 692 unit rusak sedang dan 1.991 unit rusak ringan.

Selain itu, gempa juga menyebabkan 51 unit gedung sekolah, 17 unit faskes, 8 unit kantor pemerintahan, 3 unit tempat usaha dan 21 tempat ibadah mengalami kerusakan.

Kerusakan yang terjadi di Pandeglang, sebanyak 379 unit rumah rusak berat, 581 unit rumah rusak sedang dan 1.764 unit rumah rusak ringan.

"Di samping itu ada 43 gedung sekolah yang rusak, termasuk 16 unit puskesmas, 4 kantor desa, 14 tempat ibadan dan 3 tempat usaha. Selain itu, sedikitnya 2 orang dilaporkan mengalami luka berat dan 8 lainnya luka ringan," katanya, Kamis (20/1/2022).

Untuk di Kabupaten Serang, kata Muhari, ada 10 unit rumah rusak sedang, 1 unit rumah rusak berat, 44 jiwa atau 15 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan 2 KK terpaksa harus mengungsi. Kabupaten Tangerang dilaporkan ada 3 unit rumah rusak sedang.

"Berikutnya di Kabupaten Lebak, tercatat 16 unit rumah rusak berat, 38 unit rumah rusak sedang dan 228 unit rumah rusak ringan. Selain itu 8 unit sekolah termasuk 6 tempat ibadah dan 1 kantor desa juga mengalami kerusakan," terangnya.

Adapun Kabupaten Sukabumi juga dilaporkan terdapat 3 unit rumah rusak sedang dan 6 unit rumah rusak ringan. Sebanyak 7 KK/41 jiwa terdampak gempa bumi.

"Selanjutnya Kabupaten Bogor tercatat ada 11 unit rumah rusak ringan, 7 unit rumah rusak sedang dan 2 unit rumah rusak berat. Di samping itu ada 12 KK dengan 48 jiwa terdampak dan 6 jiwa dari 2 KK terpaksa harus mengungsi," jelasnya. (TN3)

Komentar