Coreng Nama Baik, Presiden Unsera Minta BEM Banten dan Serang Dibubarkan

BEM se-Banten saat bertemu dengan Gubernur Banten Wahidin Halim di rumah dinas gubernur. (Foto: Istimewa)
BEM se-Banten saat bertemu dengan Gubernur Banten Wahidin Halim di rumah dinas gubernur. (Foto: Istimewa)

SERANG, TitikNOL - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Serang Raya (UNSERA) Diky Benarivo, meminta kepada seluruh anggota BEM Banten dan BEM Serang untuk membubarkan diri.

Pasalnya, dalam tubuh kedua organisasi itu sudah tidak sehat dan tidak mencerminkan tugas serta fungsi sebagaimana layaknya seorang mahasiswa.

Permasalahan itu mencuat, setelah BEM Banten dan BEM Serang menggelar pertemuan dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. Ditambah, pengurus BEM Banten Dan BEM Serang bukan lagi pengurus BEM di unviersitas manapun.

Sehingga, pertemuan itu dinilai mencoreng nama baik organisasi pergerakan aliansi mahasiswa sebagai agen of change. Karena terlalu mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dibandingkan kepentingan bersama.

"Pengurus BEM Banten dan BEM Serang terlalu mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dibandingkan kepentingan bersama. Selain itu, BEM Banten dan BEM Serang kurang melakukan pengawalan terhadap isu-isu yang terjadi di daerah maupun nasional," katanya kepada awak media, Senin (19/05/2020).


Ia mengungkapkan, dalam menjalankan roda keorganisasian, pengurus BEM Banten Dan BEM Serang tidak menjalakankan admindistrasinya dengan baik dan benar. Pengurus BEM Banten dan BEM Serang sudah melacuri idealismenya sebagai mahasiswa.

Disisi lain, pihaknya juga meminta pengurus BEM Serang harus membuka laporan keuangan yang ada. Karena ada informasi bahwa BEM Serang menerima sejumlah uang untuk kepentingan kongres. Tetapi hingga hari ini kongres tersebut tidak terlaksana.

"Kita meminta kepada mereka yang ada di BEM Banten Dan BEM Serang, untuk segera membubarkan diri dan tidak lagi menggunakan nama BEM sebagai organisasi mereka," tegasnya.

Senada dengan Kordinator Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) UIN Banten Dede. Menurutnya, diskusi santai dengan Gubernur Banten yang dilakukan oleh Alinasi BEM Banten dianggap hanya cari perhatian.

"Jika tidak lagi kritis dan tidak bisa menjembatani aspirasi mahasiswa yang ada di Banten khususnya di Serang, lebih baik bubarkan saja. Jangan sampai bahwa Aliansi-BEM Banten hanya jadi modal jualan untuk bisa menjumpai Gubernur Banten," ucapnya.

Ia menjelaskan, seharusnya mahasiswa menjadi oposisi sebagai control social dan punya beban sebagai agen moral force. Karena sejatinya, otokritik dan perlawanan atas kebijakan yang merugikan rakyat wajib diperjuangkan oleh mahasiswa.

"Dari pernyataan sikap yang mulai mencuat kepermukaan yang dilihat tidak lahir dari diskusi panjang dan terlihat pernyataan sikap titipan. Sekarang beredarnya Foto berdiskusi santai dengan bapak Gubernur Banten yang tidak memakai masker," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar