Diduga Korban Malpraktek, Bayi Tewas Usai Diberikan Suntikan

Keluarga korban saat mengurusi jenazah bayi yang diduga korban malpraktek di kamar mayat RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung, Rabu (10/8/2016). (Foto: TitikNOL)Keluarga korban saat mengurusi jenazah bayi yang diduga korban malpraktek di kamar mayat RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung, Rabu (10/8/2016). (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Diduga menjadi korban malpraktek, seorang bayi laki-laki berusia satu hari meninggal dunia usai diberikan suntikan oleh seorang bidan berinisial YT, pada Selasa (9/8/2016) sekira pukul 17.30 WIB. 

Warga Desa Pasir Nangka, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Wawan Sutisna (37), yang juga salah seorang keluarga korban menceritakan, bidan YT memberikan suntikan ke tubuh bagian paha bayi, usai dua jam dilahirkan. 

Tapi, waktu itu keadaan gelap karena pas mati lampu. "Lima menit kemudian, bayi itu langsung kejang-kejang," ujar Wawan, kepada TitikNOL, Rabu (10/8/2016).

Lanjut Wawan, setelah bayi kejang-kejang, bidan YT langsung panik. Karena kondisi bayi makin kritis, keluarga dan bidan YT memutuskan untuk membawa bayi tersebut ke Puskesmas Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang. 

Namun nahas, nyawa bayi dari pasangan suami isteri Minggu (22) dan Hera (18) tersebut tak bisa diselamatkan.

"Di perjalanan menuju Puskesmas Ciminyak, bayi yang baru dilahirkan itu sudah tidak bernyawa, tetapi tetap dibawa ke Puskesmas. Setelah itu, bidan YT seperti tidak mau bertanggungjawab, sampai sekarang dia menghilang. Akhirnya, jenazah kami bawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk minta diotopsi," terang Wawan.

Wawan mengaku pihaknya bersama keluarga bayi yang menjadi korban dugaan malpraktek seorang bidan di desanya. Mereka pun sudah melaporkankanya ke pihak aparat kepolisian resort (Polres) Lebak pada pukul 3.00 WIB pagi tadi.

"Kami sudah lapor ke Polres Lebak soal kasus ini, tadi jam 3.00 WIB pagi, setelah mengantar mayat bayi ke RSUD Adjidarmo. Saya sendiri yang lapor ke Polres," pungkas Wawan.

Terpisah, Anggi, penyidik Unit 2 Mapolres Lebak mengatakan, pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pihak keluarga korban dugaan malpraktek tersebut.

Namun ia mengaku, saat ini sedang menunggu pihak keluarga korban untuk datang ke Mapolres.

"Belum ada laporan resmi ke Polres, justru Polres juga masih menunggu pihak keluarga yang katanya akan melaporkan," ujar Anggi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon genggamnya.

Sementara itu, pantauan di RSUD Adjidarmo, sejumlah keluarga korban dan Ayah dari bayi terlihat mulai berdatangan dan berkerumun di depan kamar mayat RSUD Adjidrmo. (Gun/rif)

Komentar