SERANG, TitikNOL - Satu dari ratusan Rumah Tidak Layak Huni di Lingkungan Pekapuran, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ambrol. Lokasi rumah tersebut sekira 500 meter dari kawasan wisata religi Banten Lama.
Santi, pemilik rumah mengatakan, peristiwa ambrolnya rumah bagian dapur yang bertahun-tahun tidak direnovasi itu terjadi pada pagi hari. Hal itu diakibatkan karena rumah yang terbuat dari kayu itu tidak kuat menahan volume intensitas hujan yang tinggi.
"Kejadiannya tadi pagi. Ya karena hujan terus nggak berhenti dari kemarin sampai malam itu. Nggak menimpa, karena anak saya di ruang tengah," katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (29/01/2020).
Sedangkan Dodi, suami dari Santi, mengaku tidak berdaya setelah pulang dari tempat kerjanya melihat kondisi rumah yang telah ambrol.
Kondisi rumah yang dihuni oleh empat orang itu nampak memprihatinkan, karena hanya terbuat dari kayu dan tidak memiliki plafon.
Bahkan pria berkepala dua itu menuturkan, rumahnya kerap bocor jika diguyur hujan deras. Pihaknya hanya berharap, pemerintah dapat membenahi rumahnya. Sebab, sudah beberapa kali mengajukan bantuan tidak pernah digubris oleh pemerintah.
"Jatuh juga saya nggak tahu karena kerja, tahu-tahu sudah begini. Semua ini rusak. Sudah lama ngajuin tapi belum ada tanggapan. Lebih satu tahun mah. Barang-barang ya seadanya aja lah. Kalau hujan juga suka bocor. Harapannya ada pembenahan untuk bantuan," terangnya.
Sementara itu, Lurah Banten Hizbullah menyebutkan, sudah ada dua rumah yang mengalami ambrol selama tiga bulan menjabat di Kelurahan Banten.
Setelah melihat kondisi rumah yang ambrol, pria yang kerap disapa Iip itu mengaku telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengajukan bantuan.
"Kami sudah turun ke lokasi tadi. Kami juga sempat kerja bakti dengan warga. Kalau untuk pembangunan saya nggak bisa memastikan, tapi saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait," jelasnya. (Son/TN2)