Komisaris Pertamina Kunjungi Terminal BBM Tanjung Gerem

Komisaris PT Pertaminan, Condro Kirono saat mengunjungi Terminal BBM Tanjung Gerem. (Foto: TitikNOL)
Komisaris PT Pertaminan, Condro Kirono saat mengunjungi Terminal BBM Tanjung Gerem. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG jelang gelombang kedua mudik pada akhir tahun 2019, Komisaris PT Pertamina, Condro Kirono meninjau kesiapan Fuel Terminal BBM Tanjung Gerem serta LPG Terminal Tanjung Sekong, Kota Cilegon.

Dalam kunjungannya di Kota Cilegon, Condro Kirono didampingi Senior Vice President Business Operation Pertamina Yanuar Budi H dan General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Tengku Fernanda.

Fuel Terminal Tanjung Gerem merupakan terminal BBM yang berada di Kota Cilegon, Banten sebagai tulang punggung pendistribusian BBM untuk wilayah Cilegon, Serang, Pandeglang, Lebak dan sebagian Tangerang dengan jalur darat.

Khusus untuk wilayah MOR III yang meliputi Jawa bagian Barat (Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat), menjelang akhir tahun beberapa titik jalur distribusi tersebut menjadi perhatian, karena keberadaan jalur wisata Anyer serta penyeberangan kapal di Pelabuhan Merak.

"Jadi saya sebagai komisaris mewakili pemerintah ingin memastikan sejauh mana pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait dengan ketersediaan BBM maupun LPG dalam menghadapi tahun baru, "kata Condro Kirono, Senin (30/12/2019).

Sementara di tempat yang sama, GM Pertamina MOR III Tengku Fernanda menyatakan, untuk wilayah MOR III diperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi BBM dan LPG jelang tahun baru.

"Konsumsi BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) akan naik hingga 4% dari konsumsi normal atau sekitar 29 ribu KL per hari pada 31 Desember 2019, mengingat banyak masyarakat yang akan merayakan akhir tahun di beberapa lokasi tujuan wisata. Demikian halnya konsumsi LPG subsidi (3kg) akan meningkat kembali pada hari ini (30/12) hingga 14 persen dibandingkan normal atau sekitar 7.400 MT per hari, dimana masyarakat memerlukan untuk keperluan memasak," ungkap Fernanda.

Sementara layanan SPBU Modular yang disiapakan Pertamina MOR III di 16 titik baik di jalur tol maupun non tol, konsumsinya terus meningkat.

Peningkatan tersebut karena banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan SPBU mini, atau disebut SPBU Modular, yang ditempatkan di rest area yang tidak terdapat SPBU maupun jalur rawan macet yang jarak antar SPBU sangat jauh.

Perlu diketahui penjualan BBM jenis Pertamax melalui SPBU Modular sejak tanggal 21 Desember mencapai 50 KL, dimana pada tanggal 28 Desember tercatat konsumsi tertinggi hingga 11 KL. Sementara penjualan BBM jenis Pertamina Dex untuk SPBU Modular di MOR III sekitar 1,5 KL. (Ardi/TN2).

Komentar