Lokasi Tanah Diduga Bermasalah, Pengembang di Lebak Ini Terancam Batal Bangun Perumahan

Alat berat di lokasi lahan yang akan dibangun perumahan oleh PT Bunyamun Marshush, di Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak - Banten. (Foto: TitikNOL)
Alat berat di lokasi lahan yang akan dibangun perumahan oleh PT Bunyamun Marshush, di Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak - Banten. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Pembangunan perumahan yang digarap PT Bunyamun Masrshush di Blok Cilangkap, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, terancam menemui kegagalan.

Sebab, salah satu ahli waris yaitu dari keluarga almarhum Surna selaku pemilik lahan, mempermasalahkan lahan seluas 7.000 meter persegi dari luas 12 hektar lahan yang rencananya akan dibangun perumahan tersebut.

Persoalan ini mencuat setelah tanah milik Surna dijualbelikan oleh Nana Sujana yang mengaku sebagai ahli waris. Namun, hal itu dianggap tak memiliki legalitas.

"Harapan saya agar lahan ini dikembalikan seperti semula dulu agar prosesnya tertib dan adil, tidak seperti ini," kata Muhammad Oyib anak dari Sanukri adik dari sang pemilik lahan, Kamis (8/11/2018) di Rangkasbitung.

Menurutnya, proses penjualan tanah yang dilakukan oleh Nana Sunjana kepada pihak pengembang perumahan itu bermasalah. "Dikembalikan saja dulu ke awal agar tertib dan bisa sesuai dengan hak ahli waris," ujar Oyib.

Ditemui di kantornya, Kepala Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kiki Nugraha, membenarkan adanya surat permohonan terhadap tanah tersebut yang diajukan Siti Fauziah bin Surna.

Dalam surat tersebut ahli waris menyatakan tidak pernah memberikan kuasa kepada Nana Sunjana untuk menjual atau memindah tangankan tanah tersebut kepada siapapun.

Kiki menegaskan, surat keterangan tanah tak bersengketa memang pihaknya mengeluarkan atas nama pemerintah desa Sukamanah.

"Jadi ada surat pernyataan bahwa tanah itu tidak sengketa, nah dari situ dasar saya mengeluarkan surat bahwa tanah itu tidak bersengketa karena bersertifikat," pungkas Kiki.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang perumahan dari PT Bunyamun Musrshush, Yadi, saat dihubungi belum dapat memberikan penjelasan. Ia mengaku tengah menggelar rapat di kantornya.

"Besok saja yah, saya masih sibuk di kantor sedang ada rapat dulu," ujar Yadi. (Gun/TN3)

Komentar