Penumpang yang Jatuh Dari KMP Nusa Jaya Diduga Tak Masuk Manifest

Ilustrasi. (Dok: Batamnews)
Ilustrasi. (Dok: Batamnews)

MERAK, TitikNOL - Proses pencarian penumpang kapal Nusa Jaya yang jatuh di Perairan Selat Sunda tepatnya di sekitar Pulau Tempurung pada Jumat (30/10/2020), sudah dihentikan.

Berdasarkan infomasi yang diperoleh, korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu ternyata tidak masuk dalam manifest penumpang kapal yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung.

Bahkan tim yang melakukan pencarian pun belum mengetahui data pribadi korban, pasalnya tim pencarian tak kunjung menerima data baik dari ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak selaku pengelola pelabuhan maupun PT Putera Master Sarana Penyeberangan selaku perusahaan pemilik kapal.

Humas Basarnas Banten Warsito yang dikonfirmasi membenarkan jika data pribadi penumpang yang diduga sengaja melompat tersebut masih belum diketahui Ia pun menduga jika penumpang itu tak masuk dalam daftar penumpang .

"Identitas korban hingga saat ini belum ditemukan, itu (masuk) manifest penumpang atau ilegal?, masalahnya kalau penumpang yang turun untuk pejalan kaki 30 orang dan kendaraan itu di Bakauheni penumpang utuh, diduga itu penumpang gelap," ungkap Warsito,Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Naik dari Pelabuhan Merak, Penumpang Kapal Nusa Jaya Jatuh ke Laut

Terkait proses pencarian, lanjut Warsito, Kamis (5/12/2020 kemarin, menjadi hari terakhir, pasalnya belum ada tanda-tanda tentang korban.

Meski begitu, jika suatu hari tanda-tanda itu yang berkaitan dengan jasad korban ditemukan, proses pencarian akan kembali dilanjutkan.

"Proses pencarian selama ini terkendala oleh cuaca yang tidak baik. Kemudian lokasi jatuhnya korban pun merupakan jalur lalu lintas pelayaran," pungkasnya .

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy mengaku pihaknya masih menunggu laporan dari Basarnas sebagai tim pencarian.

Soal data korban yang diduga tidak masuk manifest tersebut, seharusnya telah masuk manifest karena proses pembelian tiket melalui daring atau online.

"Sekarang gini, lebih jelasnya koordinasi dengan mereka (Basarnas), kalau di pihak ASDP kan sekarang penjualan tiket online, bagaimana kita tahu dia tidak masuk manifest, diperiksa semua, kalau tidak ada, jangan-jangan dia nyelip dalam mobil," katanya. (Ardi/TN1).

Komentar