Salut, Warga di Cilegon Sulap Eceng Gondok Jadi Pupuk Kompos dan Biogas

Warga saat menghacurkan eceng gondok yang sudah dikeringkan dengan mesin pencacah. (Foto: TitikNOL)
Warga saat menghacurkan eceng gondok yang sudah dikeringkan dengan mesin pencacah. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Sejumlah warga di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menyulap tanaman eceng gondok menjadi pupuk kompos organik dan bioagas.

Seperti diketahui, eceng gondok banyak tumbuh di danau Rawa Arum dan sudah bertahun-tahun menutupi danau tersebut hingga menganggu keindahan pemandangan lokasi ekowisata alam di lokasi itu.

"Kita memanfaatkan sampah ini supaya dijadikan nilai ekonomis yang selama ini nggak ada solusi dari pemerintah setempat, membersihkan juga nggak mau, kalau kita buang sampah ini pakai kendaraan kan makan biaya lagi," kata Husen Saidan, salah satu warga yang menginisiasi pemanfaatan eceng gondok, Rabu, (22/11/2017).

Adapun proses mengubah eceng gondok menjadi biogas dan pupuk kompos, kata Husen, mula-mula eceng gondok diambil dari rawa kemudian dikeringkan selama kurang lebih 4 hari. Setelah kering, eceng gondok tersebut dihancurkan menggunakan mesin pencacah.

"Kita ambil dari rawa, dijemur, digiling dan dikemas. Kemudian ada campuran untuk bakteri untuk dijadikan pupuk," jelas Ketua LSM Gappura Banten ini.

Meski baru 4 hari berjalan, dalam pengelolaan eceng gondok menjadi barang bernilai jual, Husen mengaku sudah banyak pesanan dari beberapa daerah seperti Lampung dan Bogor.

"Belum sempat dijual, cuma sudah ada beberapa yang mesen. (harganya) kita nanti sesuaikan saja dengan pasar. Biasanya dikemas per 25 kilo satu bag begitu,‎" ungkapnya.

Husen berharap, inisiasinya mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Musababnya, alat pencacah eceng gondok baru ada satu dan bakal kewalahan untuk mencacah eceng gondok yang tumbuh di rawa seluas 12 hektar tersebut. (Ardi/red)

Komentar