Pupuk Subsidi Langka, Petani di Kabupaten Lebak Menjerit

Ilustrasi. (Dok: Detik)
Ilustrasi. (Dok: Detik)

LEBAK, TitikNOL – Kelangkaan pupuk mulai dirasakan petani di Kabupaten Lebak. Pupuk subsidi yang disediakan pemerintah hilang di pasaran. Di Kecamatan Cimarga misalnya. Petani di wilayah itu mengeluh sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sejak satu bulan lalu seperti pupuk Phonska dan Urea.

“Iya Pak, sulit sekarang nyari pupuk subsidi. Di agen juga kosong,” keluh salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya, saat dikonformasi wartawan terkait kelangkaan pupuk.

Kelangkaan pupuk pun dibenarkan oleh Usep Pahlaludin, Kepala Desa Sangiang Jaya. Menurutnya, semua jenis pupuk bersubsidi hilang di pasaran. Padahal, di tengah musim penghujan dan memasuki musim tanam saat ini petani sangat membutuhkan pupuk.

"Petani disemua desa di Kecamatan Cimarga menjerit, mereka kesulitan mendapatkan pupuk. Di distributor dan agen juga tidak ada," kata Usep Pahlaludin, Minggu (15/11/2020) kemarin kepada TitikNOL.

Dikonfirmasi terpisah, Rahmat Yuniar, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak mengakui adanya kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut. Penyebabnya kata Rahmat, karena ada realokasi pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian ke Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten.

"Memang sempat terjadi kelangkaan. Jadi begini, kita minta alokasi pupuk ke Kementerian Pertanian itu berdasarkan RDKK. Alokasinya kurang dari kebutuhan, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai didistribusikan oleh distributor ke kios - kios resmi," katanya.

Dijelaskan Rahmat, kebutuhan sesuai usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi Kabupaten Lebak adalah, Urea 17.721 ton, SP36 sebanyak 11.232 ton, ZA 1.992 ton, NPK 19.028 ton. Alokasi dari Kementan RI melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten, Urea 10.608 ton, SP36 sebanyak 2.313 ton, ZA 75 ton dan NPK 8.852 ton.

Sehingga kata Rahmat, Dinas Pertanian dan Perkebunan Lebak mengajukan tambahan lagi pada bulan Oktober menjadi, Urea 13.159 ton, SP36 menjadi 3.580 ton, ZA 82 ton dan NPK: 9.345 ton.

"Kalau melihat kebutuhan dengan alokasi masih kurang, kang," tukas Kadistanbun Lebak ini. (Gun/TN1)

Komentar