Sering Kebanjiran, Warga Cilegon Minta Normalisasi Sungai

Anggota DPRD Cilegon Rahmatullah saat meninjau kali Pondok dan Kembang. (Foto: TitikNOL)
Anggota DPRD Cilegon Rahmatullah saat meninjau kali Pondok dan Kembang. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Warga di bantaran kKli Pondok hingga Kali Kembang, Lingkungan Kenanga dan Terate Udik, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, mengadukan nasib mereka yang setiap tahun jadi langganan banjir. Salah satu penyebab banjir adalah pendangkalan kali.

Pendangkalan itu disebabkan karena kali tersebut tak pernah dikeruk. Terakhir dilakukan pengerukan sekitar 20 tahun lalu. Akibat semakin dangkalnya kali, air mudah naik ke permukiman warga.

"Terakhir pengerukan itu 20 tahun yang lalu. Setiap tahun di sini jadi langganan banjir, kemarin 2017 orang-orang lagi nyenyak tidur langsung terbangun akibat banjir, "ungkap Ketua RW 02 Lingkungan Terate Udik , Kelurahan Masigit, Husni kepada wartawan, Jumat (7/12/2018).

Selain adanya pendangkalan, beberapa tanggul di sepanjang kali juga ada yang jebol. Sehingga, kata Husni, arus air jadi kencang dan alirannya tidak tertahan sehingga meluap ke permukiman warga.

"Di sebelah Bonakarta ada tanggul yang sudah hilang mungkin kena banjir itu," jelasnya.

Warga berharap pemerintah dapat melakukan pengerukan sebelum puncak musim hujan tiba. Biasanya, kata dia, musim banjir terjadi pada awal tahun.

"Kami berharap tahun ini ada normalisasi, supaya tidak lagi terjadi banjir," harapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatullah yang ditemui saat meninjau ke lapangan mengaku sudah mengetahui keluhan warga itu saat ia melakukan reses beberapa waktu yang lalu.

Politisi Demokrat itu menilai kali tersebut perlu segera mendapatkan penanganan karena kondisinya sudah memprihatinkan. Permukaan dangkal serta sudah ditumbuhi pepohonan membuat kali tidak optimal menampung sekaligus mengalirkan air.

"Saya akan mengkoordinasikan hal ini dengan dinas terkait agar segera mendapatkan penanganan. Rencananya pekan depan saya dengan pak RW dan RT akan ke OPD (organisasi perangkat daerah) yang bersangkutan supaya segera dikirim beko untuk mengeruk kali," katanya. (Ardi/TN3).

Komentar