Teknisi Ponsel se Banten Gelar Muswil Pertama, Turunkan Angka Pengangguran Jadi Program Utama

Musyawarah Wilayah (Muswil) Teknisi Ponsel se Provinsi Banten di salah satu rumah makan di Kota Serang. (Foto: TitikNOL)Musyawarah Wilayah (Muswil) Teknisi Ponsel se Provinsi Banten di salah satu rumah makan di Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Teknisi Ponsel se Provinsi Banten menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pertama untuk membentuk DPW Teknisi Ponsel Indonesia (Tespoin) Banten, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Minggu (13/10/2019).

Muswil pertama ini pun dihadiri oleh DPW Tespoin se Indonesia, dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Tespoin Syafrul Bakti, juga diikuti oleh seluruh teknisi Provinsi Banten.

Ketua Pelaksana Daniel Bertoni mengatakan Muswil kali ini digelar untuk pembentukan DPW Tespoin Banten, dengan tujuan untuk para teknisi ponsel memiliki wadah sendiri dan bersinergi.

"Pembentukan untuk mesinergikan teknisi di Banten, sejauh ini hanya ada asosiasi, cuma kami ingin bersama sama, wadahnya Tespoin ini kedepannya," kata Daniel di sela Muswil.

Tentunya, dengan nanti dibentuk dan terpilih ketua DPW Tespoin Banten harapannya bisa berkontribusi terhadap pembangunan Banten, dimana bisa bersinergi untuk mengurangi angka pengangguran yang tinggi dengan pelatihan-pelatihan dibidang teknisi ponsel.

"Tentunya kami ingin bisa bagaimana untuk mengurangi pengangguran melalui pelatihan pelatihan dimana anggota anggota kami memiliki kompetensi yang mumpung, karena teknisi ponsel ada yang di service ada yg pelatihan ada juga teknisi ke devlover alat yang membantu teknisi itu," ungkapnya.

Selain itu, bisnis lainnya dari mulai pengembangan alat dan teknisi ini tentu bisa dibilang profesi yang tidak hanya pelatihan ke internal, dari mulai pengembangan anggota hingga bekerjasama dengan sekolah sekolah, serta sertifikasi eksternal tentunya.

"Nah ini bisa jadi peran pemerintah bersinergi dengan kami untuk mengurangi pengangguran, sama ama menggelar kegiatan untuk pelatihan sertifikat dimana nanti dari mulai pelatihan hingga penempatan bekerjanya," tegasnya.

Ditempat yang sama Syafrul Bakti ketua umum tespoin pusat, dengan dibentuknya DPW Banten tentu diharapkan adanya perwakilan pimpinan wilayah bisa membimbing para tenaga teknisi ponsel agar kedepannya terarah bekerja lebih baik dan dikerjakan dengan profesional.

"Tentu nanti dari pusat ada peningkatan skill dan itu bagian dari misi program kerja kami, dan sudah kami lakukan diseluruh daerah pelatihan gratis kepada seluruh anggota agar skill terus berkembang," kata Syafrul.

Tentu, harapan kepada pemerintah tidak muluk muluk lanjutnya, karena juga butuh suport dari pemerintah karena agar teman teman teknisi diakui agar ada parameter yg lebih tepat apa yg dikerjakan para teknisi ini memiliki peluang dan potensi besar dari segi bisnis.

"Saat ini teknisi ponsel sudah membanggakan karena sudah ada perwakilan banyak diminta ke luar neger dan mengajar disana. Dan ini bisa jadi daya saing di luar negeri dan dalam negeri, dan itu juga jadi misi program panjang kami," lanjutnya.

Ia pun berharap di Banten bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk teman-teman teknisi bisa ikut andil dalam memberikan pelatihan di tingkat Sekolah Menengah Kejujuran (SMK).

"Kami bersama Pemda Padang pernah melakukan itu, membuat program pendidikan khusus untuk meretarasi ponsel dengan ada sertifikasi dari pemda artinya kami sudah tidak lagi meminta pekerjaan kepada pemda tapi bisa menciptakan lapangan kerja," tegasnya. (Gat/TN1)

Komentar