Tingkatkan Minat Baca, Ini yang Dilakukan Relawan Literasi di Banten

Komunitas Moli (Motor Literasi) menjadi fasilitator untuk pengambilan buku dan akan menyerahkannya kepada TBM-TBM di pelosok desa. (Foto: TitikNOL)Komunitas Moli (Motor Literasi) menjadi fasilitator untuk pengambilan buku dan akan menyerahkannya kepada TBM-TBM di pelosok desa. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Berbagai cara telah dilakukan para penggerak untuk meningkatkan mintat baca. Salah satunya yang dilakukan Relawan Literasi yang terus berupaya membuat gerakkan mendekatkan buku ke tengah masyarakat.

Jika sebelumnya, konsep perpustakaan dengan format Taman Baca Masyarakat (TBM) di rumah-rumah dan tempat sederhana yang ada di lingkungan masyarakatnya, kali ini lebih dinamis karena langsung menyapa pembaca dengan menggunakan Motor Literasi (Moli).

Moli merupakan salah satu upaya yang dilakukan para relawan literasi, pengelola TBM dan Komunitas Motor di Banten untuk ikut terlibat dalam gerakan literasi di Indonesia.

Menurut penggagas Komunitas Moli, Firman Venayaksa, ada dua tujuan didirikannya Komunitas Moli ini. Pertama Komunitas Moli bertugas menjemput sumbangan buku door to door. Kedua, mengadakan "Lapak Buku" di ruang publik.

"Selama ini banyak masyarakat yang ingin menyumbangkan buku-bukunya tetapi tidak tahu harus kemana. Nah, Moli menjadi fasilitator untuk mengambil buku setelah terkumpul, kami akan menyerahkan kepada TBM-TBM di pelosok desa. Sementara untuk 'Lapak Buku' tiap hari Minggu di berbagai daerah. Untuk minggu ini (26/3/2017) dari pukul 06.00-09.30 akan melapak di Alun-alun Kota Serang," kata Firman, Jumat (24/3/2017).

Firman menambahkan bagi donatur buku bisa langsung datang ke Lapak Buku. "Jadi yang mau menyumbang buku bisa datang langsung. Lapak buku juga kami gunakan untuk bersilaturahmi sesama relawan literasi" ujar yang membidani Komunitas Moli," tutur Pengajar Sastra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini.

Ditanya mengenai latar belakang relawan di Komunitas Moli, salah satu relawan, Nugra yang dikenal lama terlibat di komunitas Motor menjelaskan bahwa siapapun boleh terlibat.

"Ini bentuknya gerakan. Siapapun yang merasa ingin bergabung silakan. Sampai saat ini sudah ada sekitar 30 orang relawan yang sebagian besar adalah berlatar belakang sebagai mahasiswa, guru, wartawan, penulis, suasta, ASN dan dosen," timpalnya.

Selain itu, Nugra berharap dengan hadirnya Komunitas Moli di Banten, komunitas motor yang ada bisa ikut terlibat sehingga citra negatif yang disematkan masyarakat bisa terkikis. (Gat/Rif)

Komentar
Tag Terkait