Sabtu, 5 April 2025

Ini Alasan Cawagub Banten Dimyati Menyebut Perempuan Jadi Gubernur Itu Berat

Cagub Banten Dimyat terlihat serius bermain catur di salah satu tempat si Cilegon. (Foto: TitikNOL)
Cagub Banten Dimyat terlihat serius bermain catur di salah satu tempat si Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Calon Wakil Gubernur Banten nomor urut 3, Achmad Dimyati Natakusumah mengungkap alasannya melontarkan pernyataan bahwa perempuan jadi gubernur itu berat saat debat perdana Pilgub Banten.

"Dalil yang saya sampaikan (saat debat) itu adalah siapa yang memuliakan wanita akan dimuliakan oleh Allah, dan sebaliknya menistakan wanita akan dinistakan oleh Allah.Itu buat siapa? Itu buat kaum suami, laki-laki, bukan buat perempuan," kata Dimyati di Cilegon, Jumat (25/10/2024).

Dimyati mengakui bahwa ucapannya soal itu memunculkan kontroversi. Menurutnya, pernyataan itu diperuntukkan bagi laki-laki yang menurutnya harus memuliakan wanita.

"Tapi banyak wanita-wanita seolah-olah tidak mendukung pengarus utamaan gender, patriarki, dan sebagainya. Tapi itu buat kaum suami, kenapa wanita itu harus dimuliakan dalam arti adalah jangan dijadikan alat untuk kekuasaan, untuk korupsi, alat untuk kekuasaan atau juga dijadikan tumbal," jelasnya.

Menurut Dimyati , jika wanita dijadikan alat untuk kekuasaan dan korupsi, hal itu bisa dinilai tidak memuliakan wanita. Dimyati kemudian berbicara soal perempuan jadi gubernur itu berat khususnya jadi gubernur Banten.

"Maka oleh sebab itu yang melakukan itu berarti tidak memuliakan wanita, masalah menjadi gubernur saya tidak berbicara tidak boleh jadi gubernur. Jadi gubernur Banten itu berat saya sampaikan begitu, untuk Banten khususnya, kenapa? karena Banten terlibat permasalahan hukum sebelum-sebelumnya,"ujarnya.

Dia merunut siapa saja Gubernur Banten sebelumnya yang terlibat kasus korupsi. Dimyati mengatakan ada eks Gubernur Banten yang saat menjabat diperkarakan oleh KPK karena terlibat kasus korupsi.

"Gubernur-gubernur sebelumnya dari Cilegon kemaren, wakil gubernur kalau tidak salah itu sampai meninggal, begitu pun yang menggantikan masalah hukum, KPK, permasalahannya besar sekali. Nah ini yang terjadi di Banten, maka berat kalau di Banten ini, tadi yang saya sampaikan apalagi kalau yang dijadikan alat," tuturnya.

Dimyati mengatakan, dirinya tak melarang wanita jadi gubernur. Dia menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa yang dinilai sukses memimpin daerahnya.

"Perempuan boleh jadi gubernur? Ya boleh. Khofifah Indar Parawangsa ya sukses di Jawa Timur, keluarganya tidak terlibat masalah hukum, tidak terlibat korupsi, bukan koruptor, ya itu nggak berat, tinggal melanjutkan. Tapi kalau yang keluarganya itu koruptor, sekelilingnya koruptor inilah menjadi persoalan, menjadi berat," pungkasnya. (Ardi/TN).

Komentar