Mantan Ketua DPRD Banten Ngebet Ingin Jadi Gubernur

Mantan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah. (Foto: TitikNOL)
Mantan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Peperangan politik dalam merebut kursi Gubernur Banten sudah dimulai. Meskipun pencoblosan akan digelar tahun 2024, masa tahapan akan dimulai tahun 2022 mendatang.

Sejauh ini, partai politik sedang menyiapkan kader terbaiknya untuk disertakan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Elit politik yang secara terang-terangan di publik tentang keinginannya menjadi Gubernur Banten, dilontarkan oleh mantan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten itu mengaku sudah memiliki kapasitas kepemimpinan. Karena seorang pemimpin harus memiliki pemikiran hoalisktik.

"Mereka (pemimpin) harus memiliki pemikiran hoalisktik bahwa memiliki kreativitas, intelektual, etika, fisiknya ya seperti saya mungkin cocoklah (jadi Gubernur Banten), spiritual," katanya saat menjadi narasumber di diskusi publik dengan tajuk 'Mencari Pemimpin Banten', Sabtu (18/9/2021).

Ia menyatakan, seorang pemimpin tidak boleh mementingkan partai pengusung, golongan, dan pendukungnya. Melainkan harus mengedepankan layanan dasar masyarakat.

"Jangan menimbulkan peta konflik, gimana mau melayani masyarakat, sementara untuk mengorganisir bawahannya tidak memiliki kemampuan," ucapnya.

Menurutnya, tidak bisa dinampikan primordialisme dan dinasti menjadi kekuatan dalam menggalang suara. Namun pada dasarnya, siapa pun yang menjadi pemimpin ke depan, harus memajukan Provinsi Banten.

"Ini saya sudah progresif banget (menyampaikan materi), memang calon gubernur harus seperti ini," tuturnya sambil tertawa.

Di sisi lain, pihaknya juga mengkritisi kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy yang dinilai belum bisa menghadirkan reformasi birokrasi yang baik. Sebab, timbul stigma kegelisahan pada pejabat di lingkungan Pemprov Banten, karena kerap adanya mutasi dan rotasi dadakan.

"Jangan sampai 21 tahun ini, stigma hilang. Padahal gubernurnya sudah 2 periode memimpin di Tangerang, ya mungkin bisanya memimpin di Tangerang saja. Ini otokritik yang membangun. Saya sering diskusi dengan pak Wahidin dan pak Andika. Karena saya sahabat pak Wahidin makanya harus menyampaikan apa adanya," paparnya. (Zar/TN)

Komentar