Selasa, 16 Juli 2024

Dinkes Banten Sosialisasikan 7 Langkah Pola Hidup Sehat di SMAN 2 Malingping

Suasana sosialisasi Germas di SMAN 2 Malingping. (Foto: Ist)
Suasana sosialisasi Germas di SMAN 2 Malingping. (Foto: Ist)

LEBAK, TitikNOL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten sosialisasikan tujuh langkah pola hidup sehat di SMAN 2 Malingping. Para pelajar dibimbing untuk menjadi penggerak budaya hidup sehat di lingkungan rumah.

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, aksi gerakan masyarakat dehat (GERMAS) diikuti ratusan pelajar dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Untuk di lingkungan sekolah, Dinkes Banten mencetak kader kesehatan lewat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai promotor budaya hidup bersih.

"Sosialisasi ini untuk menciptakan gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat," katanya.

Ia menerangkan, titik fokus dari sosialisasi di SMAN 2 Malingping adalah membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat serta pembangunan pemukiman yang layak huni.

"Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat," terangnya.

Dalam menunjang hal itu, ada tujuh langkah yang ditekankan kepada para pelajar. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian penting dari pembiasaan pola hidup sehat, guna mencegah berbagai masalah kesehatan yang berisiko dialami oleh masyarakat.

Adapun tujuh langkah panduan menjalani pola hidup yang lebih sehat di antaranya:

1. Melakukan Aktivitas Fisik

Perilaku kehidupan modern seringkali membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik, baik itu aktivitas fisik karena bekerja maupun berolah raga.

Kemudahan dalam kehidupan sehari-hari bantuan dari teknologi dan minimnya waktu karena banyaknya kesibukan telah menjadikan banyak orang menjalani gaya hidup yang kurang sehat.

"Bagian germas aktivitas fisik merupakan salah satu gerakan yang diutamakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang," ungkapnya.

2. Budaya Konsumsi Buah dan Sayur

Keinginan untuk makan makanan praktis dan enak seringkali menjadikan berkurangnya konsumsi sayur dan buah yang sebenarnya jauh lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan.

Beberapa jenis makanan dan minuman seperti junk food dan minuman bersoda sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya.

"Menambah jumlah konsumsi buah dan sayur merupakan contoh GERMAS yang dapat dilakukan oleh siapapun," ungkapnya.

3. Tidak Merokok

Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan berdampak tidak pada diri perokok, tetapi juga bagi orang–orang di sekitarnya.

"Meminta bantuan ahli melalui hipnosis atau metode bantuan berhenti merokok yang lain dapat menjadi alternatif untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut," paparnya.

4. Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol memiliki efek buruk yang serupa dengan merokok, baik itu efek buruk bagi kesehatan hingga efek sosial pada orang–orang di sekitarnya.

5. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala

Untuk mengontrol tubuh, salah satu yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja.

"Langkah ini dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini," paparnya.

6. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Bagian penting dari germas hidup sehat juga berkaitan dengan meningkatkan kualitas lingkungan. Salah satunya dengan lebih serius menjaga kebersihan lingkungan.

Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah.

"Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar," ucapnya.

7. Menggunakan Jamban

Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat hidup sehat. Salah satunya dengan menggunakan jamban sebagai sarana pembuangan kotoran.

"Aktivitas buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan," jelasnya.

Selain itu, langkah preventif agar masyarakat yang masih sehat dan bugar dapat terhindar dari berbagai penyakit tidak menular (PTM) harus teratur cek kesehatan.

"Caranya dapat melakukan cek tinggi badan dan berat badan, cek lingkar perut, cek tekanan darah, cek kadar gula darah, cek fungsi mata dan telinga, cek kolesterol tetap," tukasnya.

Pantauan di lokasi, Dinkes Banten bukan hanya mensosialisasikan gerakan hidup sehat secara teori. Usai pemaparan, pelajar melakukan praktik langsung seperti melakukan senam, makan buah, dan membersihkan lingkungan sekolah.

Hal itu dilakukan bertujuan agar pelajar memiliki kebiasaan yang baik dalam menjaga kesehatan prindainya maupun lingkungan. (ADV)

Komentar