Kamis, 3 April 2025

Wagub Banten Ajak Orang Tua Perhatikan Pendidikan dan Tumbuhkembang Anak

Acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Angka partisipasi sekolah untuk anak-anak di Provinsi Banten masih rendah. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, dalam acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (23/8/2017).

"Data BPS, angka partisipasi sekolah anak masih rendah, sedangkan wajib belajar 12 tahun harus kita penuhi. Yang paling rendah di Lebak, rata-rata hanya sampai SD," ujar Andika.

Karena itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten, menurut Andika, salah program prioritasnya adalah peningkatan kualitas pendidikan di Banten.

"Kami ingin anak-anak di Banten bisa sekolah dan kualitas pendidikan semakin tinggi," kata Andika.

Dalam kesempatan tersebut, Andika pun mengajak kepada orang tua untuk ikut serta memperhatikan pendidikan anak serta tumbuh kembang anak-anak di Banten. Karena menurutnya, orang tua memiliki peranan penting dalam menentukan tumbuh kembang anak.

"Kita perlu bersama-sama memperhatikan tumbuh kembang anak-anak Banten sebagai generasi penerus bangsa. Anak Banten merupakan masa depan Banten," ujar Andika.

Selain soal pendidikan dan tumbuh kembang anak, dalam kesempatan tersebut Andika juga mengingatkan kepada orang tua terkait hak bermain anak-anak. Andika menilai, bermain merupakan salah satu wahana pembelajaran bagi anak-anak.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AK2B) Provinsi Banten Siti Maani Nina mengungkapkan, dunia anak merupakan dunia bermain. Melalui bermain itu juga anak-anak belajar.

Dalam bermain lanjut Nina, selain bersenang-senang, anak-anak pun mempelajari banyak hal, belajar bersosialisasi, belajar kebersamaan, gotong royong dan lain-lain.

"Dulu, main karet kita bersama, permainan lain juga bersama-sama, mengaji bersama-sama," ujar Nina.

Dalam permainan tradisional kata Nina, banyak nilai-nilai sosial yang dipelajari anak-anak. Karena itu, permainan tradisional perlu dilestarikan secara bersama.

Tiga kabupaten/kota di Banten pun saat ini sudah masuk penilaian kota layak anak tahun 2017. Ketiga kota tersebut yakni, Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Nina mengatakan, ketiga kota tersebut dinilai telah memenuhi lima cluster dalam penilaian kota layaka anak.

Dijelaskan Nina, untuk kabupaten/kota yang belum diharapkan segera memenuhi 5 cluster. Meski begitu, dalam memenuhi lima hal itu, diperlukan kerjasama antara satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang satu dengan yang lain.

"Misalkan melalui dinas informatika, nanti diinformasikan apakah ada trotoar layak anak, dinsos apakah ada rumah singgah untuk anak, dinas pendidikan apakah ada beasiswa untuk anak. Semuanya itu nanti diinput dalam database, untuk diberikan penilaian,” jelasnya.

Selain bertambahnya kota layak anak, Banten pun saat ini sudah mempunyai duta anak. Bahkan Banten akan berpartisipasi di hari anak nasional dengan mengutus delapan duta anak. (Adv)

Komentar