Di Umur ke-19, Pembangunan Provinsi Banten Dinilai Belum Merata

Aktivis pemerhati Banten, Ahmad Yani. (Foto: TitikNOL)
Aktivis pemerhati Banten, Ahmad Yani. (Foto: TitikNOL)

BANTEN, TitikNOL - Provinsi Banten merupakan salah satu daerah yang secara letak geografis sangat berdekatan dengan ibu Kota Jakarta.

Namun, pada momentum HUT ke 19 ini, Banten dirasakan masih menyisakan sejumlah persoalan yang mesti dibenahi, di antaranya, pendidikan, perekonomian, infrastruktur dan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM)nya.

"Banten diera kepemimpinan saat ini memang terdapat kemajuan dan itu patut diapresiasi. Banyak pembangunan monumental yang telah dilakasanakan," kata aktivis pemerhati Banten, Ahmad Yani, Jumat (4/10/2019).

Menurut mahasiswa pascasarjana UIN SDG Bandung ini, upaya pembangunan dirasakan masih belum merata dan menyentuh pada tatanan pemerintahan dan sektor lainnya.

Di usia yang ke 19 tahun, seharusnya Provinsi Banten sudah melewati masa pertumbuhan, terutama pemerataan pendidikan. Sebab, menurutnya, salah satu barometer daerah maju, yaitu bisa dilihat dari pendidikan.

Pemerintah provinsi Banten masih abai terhadap generasi masa depan.

"Mana mungkin masyarakat siap bersaing di era global, bahkan di masa bonus demografi mendatang yang konon masa produktif bangsa Indonesia," ujarnya.

Oleh karenanya, Ia berharap pemerintah mulai memperhatikan beberapa elemen terpenting dalam mendorong kemajuan Provinsi Banten.

Jangan sampai anak-anak pribumi atau putra daerah terasingkan akibat pendidikan yang rendah.

"Banten harus selalu di isi oleh putra-putri terbaiknya bukan di isi oleh SDM impor," ujarnya (Gun/TN1)

Komentar