TitikNOL - Selama ini, setiap orang memiliki jam makan yang sama dalam satu hari. Sarapan pukul tujuh, makan siang pukul dua belas, camilan ringan pukul empat, dan makan malam pukul tujuh. Nyatanya, hal ini tidak berlaku untuk semua orang.
Dari hasil sebuah penelitian, didapatkan fakta bahwa jam makan yang sehat adalah yang tidak terlalu dekat dengan waktu tidur, tidak makan terlalu banyak di saat yang bersamaan atau menggabungkan makan siang dan malam, atau jeda terlalu lama di antara makan.
Para peneliti dari Brigham and Women's Hospital mengatakan, metabolisme tubuh seseorang dipengaruhi oleh ritme sirkadian atau jam tubuh. Bagi beberapa orang, jam tubuhnya adalah jam standar siang dan malam.
Bagi mereka yang bekerja malam atau lebih banyak aktif di malam hari, maka jam tubuh mereka berbeda dengan orang pada umumnya. Artinya, mereka juga memiliki jam makan yang berbeda.
Pada penelitian, ditemukan bahwa orang yang memiliki persentase lemak tubuh tinggi, mengonsumsi sebagian besar kalori mereka sesaat sebelum tidur di saat kadar melatonin tinggi. Melatonin adalah kunci menuju keteraturan tidur sesuai jam tubuh.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa jam makan malam memegang peranan penting dalam komposisi tubuh. Kuncinya adalah menunggu beberapa jam setelah makan terakhir, sebelum menuju ke tempat tidur.
Lalu, jam makan seperti apakah yang tepat untuk tiap-tiap orang? Berikut contohnya,
Bangun pukul 07.00 - tidur pukul 23.00
Sarapan pukul 08.00
Makan siang pukul 12.00
Kudapan pukul 15.00-16.00
Makan malam jangan lebih dari pukul 20.00
Bangun pukul 10.00 - tidur pukul 02.00
Sarapan pukul 11.00
Makan siang pukul 15.00
Snack pukul 18.00-19.00
Makan malam tidak lebih dari pukul 22.00
Bangun pukul 12.00 - tidur pukul 04.00
Sarapan pukul 13.00
Makan siang pukul 17.00
Snack pukul 20.00-21.00
Makan malam tidak lebih dari pukul 01.00
Berita ini telah tayang di beritagar.id, Rabu 11 Oktober 2017 dengan judul Mengenal waktu makan yang tepat