Sabtu, 5 April 2025

Tips Mendongeng untuk Anak Sesuai Usia

Ilustrasi. (Dok: shutterstock)
Ilustrasi. (Dok: shutterstock)

TitikNOL - Agar manfaat mendongeng dapat dipetik, orang tua sebaiknya jeli dan tahu bagaimana memilih dongeng yang sesuai dengan usia anak.

Mendongeng bisa mengembangkan kreativitas dan imajinasi pada anak. Kegiatan mendongeng juga merupakan cara salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Meluangkan waktu untuk mendongengkan anak sebelum tidur bisa memperkuat interaksi dengan anak, dan masih banyak keuntungan lainnya.

Namun, orang tua perlu jeli. Sebab, ternyata tidak semua anak bisa menerima cerita dongeng.

Misal, untuk anak usia sekolah dasar, cerita fabel dengan binatang sebagai tokoh utama tidak begitu menarik lagi bagi mereka.Di sinilah perang orang tua untuk memilih cerita dongeng sesuai dengan usia anak diperlukan.

Dikatakan oleh pendongeng Komunitas Ayo Dongeng Indonesia (Ayodi), Cahyono Budi Dharmawan, cerita yang melibatkan binatang lebih cocok untuk anak-anak di bawah usia tujuh tahun.

Menurut Budi seperti mengutip CNNIndonesia.com, mendongeng perlu dibagi menjadi tiga rentang usia. Karena, psikilogis anak berbeda tergantung usia.

Pertama, usia anak di bawah tujuh tahun. Pada usia ini anak masih dalam tahap belajar mengenal hal-hal di sekeliling. Termasuk dunia hewan.

Jenis dongeng fabel sangat cocok untuk anak usia 2-4 tahun. Kisah binatang yang dapat berbicara seperti manusia akan menarik bagi anak.

Sehingga cerita tentang hewan yang menyisipkan nilai moral tentang kejujuran akan dirasa nyata oleh anak dan bisa lebih melekat di memori anak sampai dewasa.

Di samping itu, hal-hal yang bersifat fantasi juga sangat menarik bagi anak. Rasa ingin tahu yang besar membuat anak selalu penasaran dengan hal-hal tersebut.

Kedua, anak di usia sekolah dasar. Berbeda dengan usia sebelumnya yang menyukai hal-hal fantasi, di usia ini anak justru mempertanyakan hal-hal fantasi tersebut.

Sebab usia 7-12 tahun merupakan tahapan anak menyukai hal-hal yang rasional. Anak sudah mampu menghubungkan sebab akibat suatu kejadian. Oleh karena itu, petualangan atau kisah perjuangan yang rasional cukup bisa dinikmati oleh anak.

Saat duduk di bangku sekolah dasar juga merupakan fase di mana anak diharapkan mampu berinteraksi sosial dengan lingkungan. Jadi dongeng dengan tokoh binatang sudah tidak tepat.

Kisah tentang persahabatan lebih bermanfaat untuk membantu anak mampu menjalin hubungan dengan teman sebaya. "Bahwa kita membutuhkan orang lain dalam hidup dan bersosialisasi, itu bisa diperoleh dari kisah persahabatan," ujar Budi.

Anak mulai berpikir hal-hal yang logis pada usia ini. Anak sudah mampu menghubungkan sebab akibat suatu kejadian. Pada usia tujuh tahun ke atas, anak suda bisa mengambil nilai baik dari cerita dengan tokoh yang beragam.

Ketiga, usia sekolah menengah. Ternyata anak-anak yang memasuki masa remaja tetap membutuhkan orang tua untuk mendongeng.

Tapi tentu saja dengan kisah yang lebih nyata. Bukan lagi cerita fiktif. Karena pada usia tersebut, mereka sudah mulai mencari jati diri.

Jadi kisah yang cocok untuk didongengkan yakni mengenai riwayat hidup tokoh-tokoh yang menginspirasi. Pemilihan cerita adalah untuk pembentukan karakter. Sebab di usia itu, anak dianggap sudah mulai mencari jati diri.

Tokoh yang diceritakan juga harus dari beragam latar belakang. Ini untuk menanamkan sikap toleransi.

Selain jenis cerita, usia juga menentukan durasi bercerita. Serupa dengan pemilihan jenis cerita, lama bercerita pada anak tidak bisa dibuat sama untuk semua usia.

Makin bertambah usia anak, makin betah pula dengan cerita berdurasi lama. Hal tersebut berdasarkan durasi konsentrasi anak pada usia tertentu.

Rika Endang Triyani, seorang pendongeng dari Komunitas Dongeng Ayo Dongeng Indonesia, menuturkan bahwa anak usia di bawah lima tahun waktu yang disarankan untuk mendongeng adalah lima sampai sepuluh menit.

Dan ketika bercerita, jangan monoton dengan suara yang datar. Tetapi harus ekpresif dan memakai gerak tubuh sehingga akan membuat anak tertarik untuk menyimak dongeng yang disampaikan.

Untuk anak di sekolah dasar, waktu mendongeng bisa diperlama. Yaitu sekitar 30 menit atau lebih.

Rika juga menyarankan untuk memerhatikan waktu yang tepat untuk mendongeng. Sebab, ada beberapa waktu yang baik untuk mendongeng sesuai tujuan.

Dongeng tidak akan menarik jika anak masih bermain atau bercanda. Pesan yang terkandung dalam dongeng pun tidak akan sampai ke dalam benak anak. Karena ia masih terkonsentrasi pada kegiatan yang dilakukan.

Jadi, coba beberapa cara kreatif untuk memancing perhatian anak sebelum mulai bercerita. Misal mengajak bermain tebak kata, meniru bunyi atau hal lain.

"Kalau mau menanamkan sesuatu di bawah sadar, bisa dilakukan sebelum tidur. Kalau anaknya lagi bete, kita bisa mengalihkan perhatian dengan cerita dongeng yang enerjik. Makanya penting pendongeng itu harus lihat situasi sebelum mendongengkan anaknya," tandas Rika pada Okezone di Banda Aceh yang ikut meramaikan acara Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2017.

Berita ini telah tayang di beritagar.id, Rabu 22 November 2017 dengan judul Kiat mendongeng sesuai usia anak

Komentar