TitikNOL - Di antara wajah sumringah nomine Oscar yang berseliweran di karpet merah Dolby Theater Los Angeles, Minggu (28/2) malam waktu Amerika Serikat, akan ada satu wajah yang sangat oriental.
Janet Hsieh menjadi perwakilan HBO Asia memandu wawancara karpet merah di Academy Awards ke-88.
Ini pertama kalinya Hsieh terlibat dalam Oscar. Tahun lalu ia dan suaminya, George Young bahkan tak bisa menyentuh karpet merah karena memang bukan undangan. Mereka hanya ada di salah satu sudut, berusaha sedekat mungkin dengan karpet merah.
Saat tahun ini akhirnya Hsieh terpilih sebagai pembawa acara di karpet merah acara penghargaan bergengsi di bidang perfilman itu, perasaannya campur aduk. "Gugup dan bersemangat!" ungkapnya saat diwawancarai CNNIndonesia.com via telepon.
Sudah lama Hsieh memimpikan dikelilingi selebriti papan atas Hollywood. Sebagai presenter dan model, ia sendiri berpengalaman menghadapi selebriti. Tapi Oscar benar-benar acara super besar.
Apalagi ia bukan hanya hadir. Hsieh juga harus berjam-jam berdiri, menarik perhatian selebriti yang berlalu-lalang di depannya, mewawancarai mereka.
Hsieh sadar presenter-presenter lain juga mengharapkan hal yang sama. "Yang membuat saya gugup adalah harus mendapat sebanyak mungkin yang Anda bisa dalam 30 detik," tuturnya mengakui.
Ia khawatir, apakah dirinya bisa mencuri perhatian si seleb, mewawancarainya dengan menarik, dan tidak membosankan bagi penonton Asia yang dipandunya.
"Untungnya kita Asia punya pasar film yang besar. Semua akan tertarik," Hsieh memaparkan. Ia juga sudah menyiapkan video khusus untuk penarik perhatian. Video itu berupa vox pop dari masyarakat Asia, termasuk dari Malaysia bahkan Indonesia.
"Kami tanya siapa yang menurut mereka akan menang sebagai Aktor Terbaik. Rata-rata jawabannya Leonardo DiCaprio dan Matt Damon. Ini suara dari negara-negara Asia," kata Hsieh lagi.
Ia berharap video itu bisa membuat selebriti yang berbincang dengannya bahagia, sekaligus menunjukkan keseriusan upayanya sebagai perwakilan Asia di ajang bergengsi kelas dunia itu.
Hsieh juga mempersiapkan pertanyaannya dengan baik. Ia tidak ingin hanya bicara soal busana atau perasaan menjadi nomine. Sejak pertama tahu bakal menjadi pembawa acara, mempersiapkan pertanyaan menjadi konsentrasi utamanya.
"Saya sudah riset, dan menemukan beberapa hal yang menyatukan selebriti, misalnya soal amal. Leo tertarik pada lingkungan, Tom Hanks juga. Saya akan bertanya soal tips mereka," Hsieh merencanakan.
Ia juga sudah menyiapkan beberapa pertanyaan soal Asia. Perempuan 36 tahun asal Taiwan itu sadar betul pasar film Asia tengah dilirik, terlihat dari beberapa film yang dirilis lebih dulu di Asia ketimbang AS.
"Dari situ pertanyaan bisa macam-macam. Negara apa di Asia yang mereka ingin lihat, film Asia apa yang pernah ditonton, sutradara Asia mana yang mereka ingin kerja sama, cerita menarik Asia."
Pertanyaan tentang Asia juga lah yang sangat ingin ditanyakan Hsieh kepada Brad Pitt, aktor yang paling ingin ia temui di karpet merah. "Saya tahu semua suka Matt Damon dan Leonardo DiCaprio, tapi saya berharap Brad Pitt ada di sana," ujarnya antusias.
Selain memang penggemar Pitt, ia juga melihat suami Angelina Jolie itu punya kaitan kuat dengan Asia. "Dia punya anak adopsi dari Asia, saya ingin dia bicara bahasa Asia, mungkin Kamboja atau apa pun."
Hsieh juga penasaran apa pandangan seorang Pitt terhadap negara-negara dan perfilman di Asia.
Meski telah mempersiapkan segalanya, termasuk busana, sebaik mungkin, Hsieh tetap punya ketakutan terbesar. Ia khawatir banyak wajah yang tak dikenalinya. Atau, kalau pun kenal, saking gugupnya ia justru akan blank di hadapan mereka.
"Saya takut saat menghadapi Tom Hanks misalnya, saya hanya menatapnya dan berpikir, 'Saya tidak bisa ingat nama Anda tapi Anda luar biasa,'" ia bercanda.
Di luar itu, Hsieh tetap bangga bisa menjadi perwakilan HBO Asia tahun ini. Apalagi di tengah Oscar yang sedang diterpa isu rasialisme. Menurutnya, rasialisme bukan hanya soal selebriti kulit hitam, tetapi juga wajah Asia di Hollywood.
"Bagaimana caranya agar Oscar tidak terlalu 'putih?' Kita harus punya lebih banyak sutradara, produser, selebriti dan etnis dan latar belakang yang berbeda."
Sumber: www.cnnindonesia.com