Kamis, 3 April 2025

Jembatan Ciberang Diresmikan, Bisa Tahan 50 Tahun dan Anti Gempa Bumi

Gubernur Banten saat meresmikan jembatan Ciberang. (Foto: TitikNOL)
Gubernur Banten saat meresmikan jembatan Ciberang. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Gubernur Banten Wahidin Halim meresmikan pembangunan jembatan Ciberang yang terletak di Desa Muara, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan data yang diterima, kata Wahidin, jembatan Ciberang memiliki kekuatan hingga 50 tahun dan anti gempa bumi.

"Rancangnya ini untuk 50 tahun dan anti gempa. Memang gempa kerap terjadi di Banten termasuk Lebak," katanya saat ditemui di lokasi, Senin (28/3/2022).

Ia menyebutkan, jembatan Ciberang sempat tergusur banjir bandang pada 2020. Pemprov Banten memprioritaskan pembangunannya untuk menunjang perekonomian masyarakat.

"Jembatan ini tergusur. Dalam Covid-19 masyarakat akses, makanya jangan lama-lama banyak kerugian ekonomi, sosial dan pendidikan terputus semua," ujarnya.

Selain itu, Wahidin menyatakan pembangunan jembatan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

"Semoga jembatan ini memberikan manfaat untuk keselamatan. Pembangunan jembatan hadir sebagai pemimpin untuk warga," paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, jembatan Ciberang bentuk nyata pembangunan dari Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten.

Menurutnya, jembatan Ciberang merupakan pengganti jembatan yang tesapu banjir bandang pada 2020. Sehingga akses masyarakat di wilayah Lebak Gedong dan akses menuju wisata Negeri di Atas Awan sulit dilalui.

"Jembatan merupakan salah satu dari sekian pembangunan sebagai bentuk nyata dari pak gubernur dan wakil gubernur," katanya, Senin 28 Maret 2022.

Ia menuturkan, jembatan merupakan kontruksi yang menghubungkan daerah satu ke daerah yang lain, serta sistem akses untuk masyarakat.

Sepanjang 2017 sampai 2022, Pemprov Banten telah menganggarkan 250 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan jembatan serta jalan Cipanas-Warungbanten

"Pada tahun anggaran 2022 juga dianggarkan Rp35 miliar dalam rangka pengentasan jalan target 100 persen mantap," terangnya.

Ia menjelaskan, jembatan Ciberang memiliki panjang 80 meter dan lebar 7 meter dengan jenis kontruksi baja pelengkung.

"Membentang 80 meter tanpa pilar tengah untuk mengamankan struktur jembatan jika terjadi banjir. Periode gempa asumsi 100 tahunan," jelasnya.

Ia mengaku banyak hambatan dalam pembangunan jembatan Ciberang, seperti kondisi Covid-19 dan akses yang sulit dilalui.

"Banyak hambatan dan rintangan yang kami alami, dimana pandemi covid-19 kondisi abnormal dan akses kendaraan ke lokasi rumit," tururnya. (TN3)

Komentar