Sabtu, 5 April 2025

Begini Cara Anak Muda di Banten Rayakan Hari Anti Korupsi Internasional

Suasan saat peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di Salbai Cafe, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Suasan saat peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di Salbai Cafe, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)


SERANG, TitikNOL - Perayaan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2017 dirayakan dengan cara berbeda oleh pemuda Banten.

Berbagai pertunjukan kreativitas ditampilkan untuk merayakan HAKI mulai dari ubrug, pentas musik, pembacaan puisi, mural, dan deklarasi bersama.

Ketua IWO Provinsi Banten Teguh Mahardika mengatakan, bahwa momen perayaan HAKI dijadikan wadah untuk para anak muda Banten menyuarakan deklrasai anti korupsi dengan cara berbeda.

"Hari ini kita sangat peduli, kita tidak ingin korupsi ada di Banten," kata Teguh dalam sambutannya pada acara Deklarasi Generasi Anti Korupsi di Cafe Salbai 34 Venue, Sabtu (9/12/2017) malam.

Menurut Teguh, Provinsi Banten saat ini butuh gerakan anti korupsi untuk menyadarkan seluruh elemen. Gerakan kesadaran bersama ini, hemat dia akan lebih bermaanfaat untuk mencegah praktik-praktik korupsi yang setiap hari terjadi tanpa kita sadari.

Dia menambahkan, praktek korupsi lebih kepada pengalaman sehari-hari masing-masing mengalami praktik korupsi. Misalnya musisi menghadapi fenomena pembajakan lagu, petani muda menghadapi persoalan tengkulak dan sebagainya.

"Kari kita rapatkan barisan melakukan gerakan-gerakan melalui kesenian, melalui kreativitas," ujarnya.

Acara akan diisi dengan penampilan Ubrug Sentra Agata, Rambo Serang, Nakal Di Ranjang (NDR), Tongkat Kayu, dan grup regae Momonon. Di dalamnya disisipi Deklarasi Generasi Muda Anti Korupsi.

"Acara ini merupakan upaya kami untuk bersama memperingati HAKI. Sengaja kami menggandeng komunitas, seniman, dan band supaya ini (gerakan anti korupsi) tumbuh dalam kesadaran bersama dengan segmentasi anak muda," katanya.

Koordinator ICW Ade Irawan menilai tak pantas masyarakat Indonesia masih berkubang dalam kemiskinan. Sebab dengan kekayaan alam dan potensi yang ada seharusnya masyarakat sejahtera. "Kalau tanpa praktik korupsi bangsa kita bisa sejahtera," ujar Ade.

Ia mengapresiasi perungatan HAKI di Banten kali ini, karena dirayakan dengan berbagai ekspresi anak muda.

"Bagaimana pun anak muda adalah generasi yang akan melanjutkan penyadaran di tengah masyarakat kita. Dengan hal-hal yang kecil kita lakukan gerakan bersama. Kalau koruptor berjamaah, kita lawan juga dengan bersama-sama," ujarnya.

Dalam acara yang sama, Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Handa menambahkan bahwa selama ini lembaganya tidak hanya melakukan penindakan terhadap koruptor.

"Kami juga mengadakan lomba musik dengan melibatkan anak muda untuk mengkampanyekan anti korupsi," jelasnya.

Nur Agis Aulia, dari Jawara Farm menilai untuk melawan korupsi adalah dengan cara sejahtera. Sebab semua profesi, tanpa kesejahteraan, akan tergoda oleh bersentuhan dengan "godaan" praktik korupsi.

"Makanya saya memilih menjadi pengusaha dengan cara bertani dan beternak. Saya ingin membangun desa karena di sana masih banyak kemiskinan dan pengangguran," kata Agis.

Sementara itu, Gozil, vokalis grup band regae Momonon melihat prilaku korup dalah satunya disebabkan oleh gaya hidup yang glamour tidak apa adanya. Hal itu yang membuat seseorang harus berprilaku yang bertentangan dengan hari nurani. Selalu mementingkan penampilan dengan cara apapun.

Lebih lanjut, ia menekankan kepada semua anggota band nya untuk selalu transparan dalam soal keuangan. "Berapapun uang yang kita dapat, kita selalu terbuka. Dan satu hal yang penting, kita harus disiplin dalam soal waktu," jelasnya. (red)

Komentar